Makan Bergizi Gratis
Ultrajaya Sokong Makan Bergizi Gratis, Kucurkan Rp1,14 T Perkuat Produksi Susu Berbasis Robotik
Fasilitas baru yang telah beroperasi sejak Desember 2025 ini menjadi bukti nyata transformasi digital di sektor pangan.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Ringkasan Berita:MBG Dapat Kucuran Dana
- Ultrajaya investasi Rp1,14 triliun dukung Program Makan Bergizi Gratis.
- Pabrik baru di Cibitung gunakan robotik dan sistem Industri 4.0.
- Populasi sapi ditambah 4.000 ekor di Bandung dan Sumatera Utara.
- Teknologi ASRS dan AGV tingkatkan efisiensi serta mutu produk.
- Kemenperin dorong peningkatan pasokan susu segar domestik.
TRIBUNJAMBI.COM – Raksasa industri susu nasional, PT Ultrajaya Milk Industry and Trading Company Tbk, resmi memperkuat amunisi produksinya demi menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Melalui investasi jumbo senilai Rp1,14 triliun, perusahaan kini mengoperasikan fasilitas mutakhir di Kawasan Industri MM 2100, Cibitung, yang dikelola dengan sistem otomasi penuh.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan sektor pengolahan susu adalah tulang punggung ketahanan pangan nasional.
Ia meminta industri tidak hanya mengejar kuantitas, tetapi juga kualitas dan keberlanjutan.
“Industri pengolahan susu nasional harus mampu menjawab kebutuhan program MBG, baik dari sisi kapasitas produksi, kualitas produk, maupun keberlanjutan pasokan bahan baku. Pemerintah memacu industri untuk terus berinvestasi dan bermitra dengan peternak dalam negeri,” ujar Agus, Minggu (25/1/2026).
Pabrik Masa Depan: Robot dan Otomasi
Fasilitas baru yang telah beroperasi sejak Desember 2025 ini menjadi bukti nyata transformasi digital di sektor pangan.
Dengan mengadopsi sistem Industri 4.0, pabrik ini mengandalkan teknologi seperti Automated Guided Vehicle (AGV), autopilot forklift, hingga sistem gudang pintar Automated Storage and Retrieval System (ASRS).
Baca juga: Dari 38 ke 74 Dapur, Kota Jambi Pacu Percepatan MBG
Baca juga: Polisi Hanya Temukan Bekas Lubang Galian dan Asbuk saat Razia PETI di Jujuhan Bungo Jambi
Baca juga: Begal Viral yang Tinggalkan Motor di Kota Jambi saat Berakhir Akhirnya Diciduk Tim Polsek Jelutung
Plt. Direktur Jenderal Industri Agro, Putu Juli Ardika, menjelaskan bahwa efisiensi adalah kunci daya saing global.
“Penerapan teknologi industri 4.0 terbukti dapat meningkatkan efisiensi, menghemat energi, meningkatkan produktivitas dan daya saing, serta menjaga kualitas produk,” jelas Putu.
Tak hanya canggih, pabrik ini juga ramah lingkungan.
Sistem Waste Water Treatment Plant (WWTP) berbasis ultrafiltration memungkinkan air limbah didaur ulang dan digunakan kembali dalam proses produksi.
Memperkuat Hulu: Ekspansi 4.000 Ekor Sapi
Guna menjamin ketersediaan bahan baku susu segar, Ultrajaya yang saat ini memiliki 7.000 ekor sapi di Bandung dan Sumatera Utara, berencana menambah populasi sebanyak 4.000 ekor sapi perah lagi.
Langkah ini sejalan dengan ambisi Kemenperin untuk meningkatkan pemanfaatan Susu Segar Dalam Negeri (SSDN).
Baca juga: Sejumlah Siswa SMPN 1 Merangin tak Dapat MBG karena Ompreng Tertinggal di SPPG
Baca juga: Gubernur Al Haris Ajak Pengurus Gereja HKBP Jambi Perkuat Kerukunan Antarumat
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/20260126-Ilustrasi-susu.jpg)