Berita Politik
Daftar Kader Partai Pindah ke PSI yang Disebut Pengamat Dampak dari Jokowi Effect
Pengamat politik Agung Baskoro, menilai fenomena ini bukan sekadar perpindahan biasa, melainkan dampak nyata dari Jokowi Effect.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Ringkasan Berita:Kader Parpol Pindah Pantai
- Pengamat sebut Jokowi Effect jadi magnet utama politisi senior pindah ke PSI.
- Elite partai parlemen cari peran lebih signifikan di PSI yang masih berkembang.
- Suara PSI tunjukkan tren naik tiap pileg meski belum tembus parlemen.
- Tokoh besar seperti Ahmad Ali dan Rusdi Masse (NasDem) resmi pindah.
- Perpindahan kader Golkar dan NasDem perkuat posisi PSI di peta politik 2026.
TRIBUNJAMBI.COM - Gelombang eksodus sejumlah politisi senior dari partai parlemen menuju Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tengah menjadi sorotan tajam.
Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, Agung Baskoro, menilai fenomena ini bukan sekadar perpindahan biasa.
Lanjut dia, melainkan dampak nyata dari Jokowi Effect yang masih menjadi magnet kuat di panggung politik nasional.
Magnet Politik dan Berkah Elektoral
Menurut Agung, sosok Presiden ke-7, Joko Widodo atau Jokowi yang identik dengan PSI, terutama setelah dipimpin oleh Kaesang Pangarep, memberikan insentif politik yang menggiurkan bagi para elite.
PSI dianggap mampu menawarkan masa depan cerah bagi mereka yang mencari pelabuhan baru.
"Secara personal, hadir Jokowi Effect di PSI sehingga menjadi magnet politik yang mampu memberikan berkah elektoral dan insentif lainnya," kata Agung saat dihubungi pada Sabtu (24/1/2026).
Mencari Peran yang Lebih Signifikan
Selain faktor figur, alasan institusional juga menjadi pendorong.
Baca juga: Kekuatan Jokowi Dinilai Mulai Meredup: Jokowi Effect di PSI 2029 Diuji Kinerja Wapres Gibran
Baca juga: Jadwal Pemesanan dan Web Resmi Pembelian Tiket Kereta untuk Lebaran 2026
Baca juga: Rismon Sianipar Sebut Polri Tak Beretika dan Gampang Diperintah-perintah di Kasus Ijazah Jokowi
Banyak politisi senior merasa ruang gerak mereka di partai lama sudah terbatas atau stagnan.
Di PSI, para tokoh ini melihat peluang untuk mengambil peran yang lebih strategis dan signifikan.
"Ruang berkembang untuk PSI masih terbuka sehingga banyak elit dari partai-partai lain pindah karena melihat peran politik mereka bisa menjadi lebih signifikan ketimbang sebelumnya," jelas Agung.
Tren Suara yang Terus Menanjak
Meskipun saat ini PSI belum berhasil menembus kursi parlemen di Senayan, Agung menggarisbawahi bahwa kekuatan partai ini tidak bisa diremehkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/20260124-Momen-Jokowi-saat-berpidato-di-kegiatan-PSI.jpg)