Guru SMK di Tanjabtim Dikeroyok
Pengakuan Siswi SMK di Jambi Terkait Penyebab Pengeroyokan Guru, Tak Terima Profesi Ayah Dihina
Emosi itu kata dia, karena ucapan sang guru yang dinilai merendahkan profesi dan harga diri orang tua mereka.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Ringkasan Berita:Kasus Pengeroyokan Guru di Jambi
- Bunga (siswi SMK) ungkap pengeroyokan dipicu hinaan guru terhadap profesi ayah.
- Oknum guru AS diduga menyindir gaji honorernya berasal dari uang komite orang tua.
- Siswa tersinggung karena masalah pintu kelas berujung pada penghinaan keluarga.
- Bunga menjadi saksi mata saat AS menampar salah satu siswa bernama Lupi.
- Latar belakang sakit hati karena orang tua dihina diduga menjadi pemicu keributan.
TRIBUNJAMBI.COM - Kabar pengeroyokan terhadap seorang oknum guru berinisial AS oleh siswanya sendiri di sebuah SMK di Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi mulai menemukan titik terang.
Bunga (nama samaran), seorang siswi kelas 2 ATP yang berada di lokasi kejadian, membeberkan kronologi yang memicu kemarahan para siswa hingga berujung pada tindakan fisik.
Kata dia, emosi siswa meledak bukan tanpa alasan.
Emosi itu kata dia, karena ucapan sang guru yang dinilai merendahkan profesi dan harga diri orang tua mereka.
Bunga mengungkapkan ketegangan sebenarnya sudah dimulai sehari sebelum insiden penamparan terhadap Lupi (salah satu siswa).
Konflik tersebut dipicu oleh masalah sepele, yakni pintu kelas.
Namun, situasi memanas ketika AS mulai melontarkan kata-kata yang menyinggung ranah pribadi para siswa.
Berawal dari Masalah Pintu dan Makian
Bunga menceritakan saat itu ia diminta rekannya, Jamil, untuk menutup pintu kelas atas permintaan rekannya, Jamil.
Baca juga: Pemprov Bantah Gubernur Tulis Surat Terbuka terkait Pengeroyokan Guru di SMK 3 Tanjabtim
Baca juga: Apa Itu Amfetamin? Pengemudi Mobil Tabrak Lari Beruntun Berakhir Seruduk Polda Jambi Positif
Baca juga: Jadwal dan Lokasi Listrik Padam di Jambi Hari Ini Senin 19 Januari 2026
Namun, AS merasa tersinggung dengan tindakan tersebut dan menyuruh pintu dibuka kembali sambil memarahi para siswa dengan sebutan "kurang ajar".
Saat masuk ke kelas, AS dikabarkan langsung meluapkan emosinya dengan kata-kata yang dinilai sangat kasar oleh para siswa.
"Beliau ini marah-marah dengan kami semua, bilang kami kurang ajar cuma masalah pintu ditutup. Terus ujung-ujungnya dia bawa-bawa ayah kami," ungkap Bunga dengan nada kecewa.
Tak Terima Orang Tua Direndahkan
Para siswa merasa terhina ketika profesi dan perjuangan ayah mereka dalam membayar uang komite sekolah justru dijadikan senjata oleh AS untuk merendahkan mereka.
Bagi para siswa, ucapan tersebut adalah penghinaan terhadap kepala keluarga yang telah bersusah payah membiayai pendidikan mereka.
| Pemprov Bantah Gubernur Tulis Surat Terbuka terkait Pengeroyokan Guru di SMK 3 Tanjabtim |
|
|---|
| Polda Jambi Selidiki Laporan Guru SMKN 3 Tanjab Timur soal Pengeroyokan |
|
|---|
| PGRI Jambi Kecam Pengeroyokan Guru di SMKN 3 Tanjabtim, Kekerasan Dinilai Cederai Marwah Pendidikan |
|
|---|
| Mediasi Buntu, Guru Honorer di Kumpeh Jambi Jadi Tersangka Usai Tepuk Mulut Siswa yang Memaki |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/20260119-Kasus-pengeroyokan-guru-oleh-siswa-di-Jambi.jpg)