Berita Internasional
Profil Ikhwanul Muslimin, Kelompok yang Dicap Teroris di Amerika Serikat
Amerika Serikat resmi menetapkan cabang-cabang Ikhwanul Muslimin di Lebanon, Mesir, dan Yordania sebagai organisasi teroris.
Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
TRIBUNJAMBI.COM -Presiden Amerika Serikat Donald Trump melalui administrasinya resmi menetapkan cabang-cabang Ikhwanul Muslimin di Lebanon, Mesir, dan Yordania sebagai organisasi teroris berdasarkan undang-undang dan perintah eksekutif pemerintah AS.
Pengumuman penetapan tersebut dilakukan oleh Departemen Luar Negeri dan Departemen Keuangan AS yang menyatakan tindakan ini sebagai bagian dari strategi penanggulangan terorisme global yang berkelanjutan.
Departemen Luar Negeri AS memasukkan Ikhwanul Muslimin Lebanon ke dalam daftar sebagai Foreign Terrorist Organization (FTO) dan Specially Designated Global Terrorist (SDGT) sambil juga menetapkan pemimpin organisasi tersebut, Muhammad Fawzi Taqqosh, sebagai SDGT.
Sementara itu, Departemen Keuangan AS melalui Office of Foreign Assets Control menetapkan Ikhwanul Muslimin Mesir dan Ikhwanul Muslimin Yordania sebagai SDGT atas tuduhan memberikan dukungan material kepada kelompok Hamas.
Penetapan ini dilakukan berdasarkan Executive Order 14362 yang ditandatangani Presiden Trump pada November 2025, yang mengarahkan menteri terkait untuk menilai dan menentukan cabang Ikhwanul Muslimin yang memenuhi syarat sebagai organisasi teroris.
Dalam pernyataannya, pejabat AS menyatakan bahwa langkah ini ditujukan untuk merampas sumber daya dan kemampuan kelompok-kelompok tersebut agar tidak dapat mendukung atau melakukan tindakan yang dinilai mengancam keamanan nasional dan warga AS.
Desain teror terhadap cabang Ikhwanul Muslimin di tiga negara tersebut juga mencerminkan tindakan AS yang lebih luas dalam strategi kontra-terorisme terhadap kelompok yang dinilai memiliki hubungan atau dukungan terhadap aktivitas kekerasan di kawasan, termasuk keterkaitan dengan Hamas.
Profil Ihwanul Muslimin
Ikhwanul Muslimin (IM) didirikan pada Maret 1928 oleh Hassan al-Banna di Ismailia, Mesir.
Organisasi ini lahir sebagai respon terhadap runtuhnya Kekaisaran Ottoman dan menguatnya pengaruh kolonialisme Inggris serta nilai-nilai Barat di Mesir.
Al-Banna bercita-cita untuk membangkitkan kembali kejayaan Islam melalui pemurnian agama dan penerapan syariat dalam seluruh aspek kehidupan bermasyarakat.
Dasar ideologi organisasi ini terangkum dalam semboyan yang sangat dikenal: "Allah adalah tujuan kami, Rasulullah adalah teladan kami, Al-Qur'an adalah konstitusi kami, Jihad adalah jalan kami, dan mati syahid di jalan Allah adalah cita-cita kami yang tertinggi."
Mereka memandang Islam sebagai sistem yang komprehensif (syamil), yang mengatur mulai dari masalah pribadi, sosial, ekonomi, hingga tatanan politik negara.
Pada dekade awal, Ikhwanul Muslimin memfokuskan kegiatannya pada bidang dakwah dan pelayanan sosial. Mereka membangun ribuan sekolah, masjid, rumah sakit, dan koperasi di seluruh Mesir.
Pendekatan akar rumput ini sangat efektif dalam merekrut anggota dari berbagai lapisan masyarakat, terutama kelas menengah dan bawah, sehingga menjadikannya organisasi massa terbesar di Mesir dalam waktu singkat.
| Donald Trump Mengamuk ke Netanyahu Usai Israel Serang Lebanon: Gila |
|
|---|
| Meteor Meledak dan Guncang Rumah Warga Amerika Serikat: Dentuman Setara 300 Ton TNT |
|
|---|
| Peringatan Keras Iran: Bakal Rudal Kapal Perang yang Ikut Campur di Selat Hormuz |
|
|---|
| Sejarah Baru PBB: Israel dan Rusia Masuk Daftar Hitam Kekerasan Seksual di Zona Konflik |
|
|---|
| Bertemu Macron, Prabowo Puji Prancis Pelopor Solusi Dua Negara Palestina |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/20250924-Presiden-Amerika-Serikat-Donald-Trump.jpg)