Berita Internasional
Trump Tolak 'Tantangan' Zelenskyy Culik Putin: Saya Punya Hubungan Baik dengan Dia!
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump memilih pendekatan yang lebih personal dibandingkan agresi militer langsung terhadap Kremlin.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Ringkasan Berita:Trump tolak usul Zelenskyy
- Trump tolak usul Zelenskyy culik Putin karena hubungan baik.
- Zelenskyy tantang AS gunakan metode penangkapan Maduro ke Putin.
- Trump klaim selesaikan perang Ukraina lebih mudah tanpa cara Biden.
- Penangkapan Maduro (3/1) dituduh AS terkait kasus narkoba.
- Venezuela sebut aksi AS hanya demi kuasai minyak & mineral.
TRIBUNJAMBI.COM - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump memberikan jawaban menohok atas usulan provokatif Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy.
Trump menegaskan tidak akan melakukan operasi penculikan terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin, meski ia baru saja sukses meringkus Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam operasi militer dramatis.
Dalam keterangannya kepada media pada Sabtu (10/1/2026), Trump menyatakan tindakan ekstrem terhadap Putin tidak diperlukan.
Ia memilih pendekatan yang lebih personal dibandingkan agresi militer langsung terhadap Kremlin.
"Itu tidak perlu. Saya selalu memiliki hubungan yang baik dengannya, meskipun saya kecewa padanya," ujar Trump sebagaimana dikutip dari laporan EA Daily.
Zelenskyy: Jika Maduro Bisa, Mengapa Putin Tidak?
Tantangan ini bermula saat Zelenskyy bereaksi atas kemudahan pasukan AS menangkap Nicolas Maduro pada 3 Januari lalu.
Zelenskyy menyiratkan bahwa AS seharusnya menggunakan standar yang sama terhadap pemimpin Rusia yang saat ini sedang berkonfrontasi dengan negaranya.
“Bagaimana seharusnya saya menanggapi ini? Jika cara ini bisa diterapkan pada diktator, maka AS tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya,” sindir Zelenskyy pasca bertemu penasihat keamanan Eropa.
Kilas Operasi Maduro: Intelijen vs Tuduhan Minyak
Keberhasilan AS menangkap Maduro didasari atas tuduhan Trump bahwa sang "diktator Venezuela" adalah otak di balik penyelundupan narkoba dan geng kriminal.
Baca juga: 4 Negara Khawatir Serangan Militer Trump, Kolombia Mulai Waspada
Baca juga: Nostalgia di Pinggir Jalan: Saat Kapolresta Jambi Larut dalam Alunan Rock di Lapak Kaset Jadul
Baca juga: Skandal Intip Tamu Hotel Sarolangun Jambi Viral: Ada Lubang di Pintu, Ulah Oknum Karyawan?
Operasi fajar oleh Delta Force dan CIA tersebut dilakukan setelah pengintaian berbulan-bulan menggunakan drone siluman.
Namun, pihak Venezuela membantah keras tuduhan narkoba tersebut.
Mereka menuduh balik bahwa penangkapan Maduro hanyalah taktik AS untuk mengamankan cadangan minyak dan mineral melimpah yang dimiliki negara Amerika Latin tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/20260111-Donald-Trump-Zelensky-Putin-dan-Maduro.jpg)