Sabtu, 25 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Profil Tokoh

Sosok Chen Zhi, Dalang Jaringan Scam yang Ditangkap di Kamboja

Sosok Chen Zhi, buron paling dicari di Asia yang diduga menjadi dalang di balik jaringan scam dunia.

Editor: Suci Rahayu PK
Ist
CEO Prince Holding Group, Chen Zhi menjadi sorotan global setelah dituduh sebagai dalang di balik jaringan penipuan kripto internasional senilai 14 miliar dollar AS atau sekitar Rp 232 triliun (kurs Rp 16.620 per dollar AS) 

TRIBUNJAMBI.COM - Sosok Chen Zhi, buron paling dicari di Asia yang diduga menjadi dalang di balik jaringan scam dunia.

Chen Zhi ditangkap pihak berwenang Kamboja pada Rabu (7/1/2026). Dia ditangkap bersama dua orang lainnya, yakni Xu Ji Liang dan Shao Ji Hui.

Kementerian Dalam Negeri Kamboja menyatakan Chen Zhi dan 2 rekannya sudah diekstradisi ke China.

Operasi tersebut dilakukan pada Selasa (6/1/2026) dalam lingkup kerja sama untuk memerangi kejahatan transnasional dan sesuai dengan permintaan dari pihak berwenang China.

Sosok Chen Zhi

Chen Zhi (37) merupakan pendiri Prince Holding Group yang berkepentingan di berbagai sektor, seperti real estate, jasa keuangan, dan bisnis konsumen.

Ini seperti dikutip dari Channel News Asia.

Unit bisnis utamanya adalah Prince Real Estate Group, Prince Huan Yu Real Estate Group, dan Prince Bank. 

Grup ini membanggakan proyek-proyek senilai lebih dari 2 miliar dollar AS di Kamboja, termasuk pusat perbelanjaan besar, Prince Plaza, di ibu kota Phnom Penh.

Pada laman perusahaan, Chen digambarkan sebagai pengusaha terhormat dan filantropis terkenal di komunitas bisnis Kamboja. 

Baca juga: Derita Ridwan Kamil Beri Pesan Terakhir ke Atalia Usai Resmi Bercerai, Ingin Bertahan: Nggak Nyangka

Baca juga: Stunting Batang Hari Jambi Jadi Perhatian Serius, Seluruh Kecamatan Masih Menyumbang Kasus

Ia bahkan ikut serta dalam berbagai kegiatan amal melalui lembaga amal grup tersebut, Prince Foundation.

Chen pernah menjabat sebagai penasihat Perdana Menteri Hun Manet dan ayahnya, mantan pemimpin Hun Sen.

Ia menyandang gelar kehormatan yang diberikan pemerintah, "Neak Oknha", yang berarti "taipan terkemuka".

Ketika tuduhan kriminal itu pertama kali muncul pada Oktober, pemerintah Kamboja berharap AS dan Inggris memiliki bukti yang cukup dalam penyelidikan terhadap Chen dan Prince Group.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Kamboja, Touch Sokhak mengatakan, Prince Group telah memenuhi semua persyaratan hukum untuk beroperasi di Kamboja.

Akan tetapi, Phnom Penh akan bekerja sama jika ada permintaan resmi yang didukung oleh bukti.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved