Senin, 8 Juni 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Viral

Belenggu di Kaki Kerinci: Kisah Lengsi, Bocah Autis yang Bertahun-tahun Terkurung dalam Sepi

Lengsi, bocah perempuan berusia 8 tahun yang mengidap autisme, harus menghabiskan masa kecilnya dalam 'penjara' tak kasat mata di rumahnya.

Tayang:
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Instagram
Bocah autisme dikurung orang tua di Kerinci, Jambi viral di sosial media. 

Ringkasan Berita:Bocah Autis Dikurung
  • Lengsi (8), bocah autis di Kerinci, dikurung bertahun-tahun di rumah.
  • Ayah terpaksa mengurungnya karena harus bekerja sebagai orang tua tunggal.
  • Kondisi Lengsi memprihatinkan, penuh penyakit kulit dan sanitasi buruk.
  • Aipda Porda dan tim medis mengevakuasi serta mengobati luka Lengsi.
  • Lengsi kini mulai tersenyum setelah sekian lama hidup terasing.

 

TRIBUNJAMBI.COM - Di balik kemegahan Gunung Kerinci, tersimpan sebuah duka mendalam dari Desa Sungai Betung Mudik, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi

Lengsi, seorang bocah perempuan berusia 8 tahun yang mengidap autisme, harus menghabiskan masa kecilnya dalam 'penjara' tak kasat mata di dalam rumahnya sendiri.

Kisah memilukan ini terungkap saat Aipda Porda Yanto, Kanit Binmas Polsek Gunung Kerinci, menerima laporan mendesak dari Kepala Puskesmas Simpang Tutup dan Camat Gunung Kerinci

Lengsi dilaporkan hidup dalam kondisi yang jauh dari kata layak.

Bertahun-tahun lamanya, Lengsi dikurung oleh sang ayah dari pagi hingga petang. 

Bukan karena benci, namun karena tuntutan hidup. 

Sang ayah, yang berjuang sendirian sebagai orang tua tunggal pasca-perpisahan dengan istrinya.

Dia terpaksa mengunci pintu demi mencari nafkah, membiarkan putrinya yang mengalami keterlambatan bicara itu sendirian tanpa pengawasan.

Baca juga: Kaki Bocah 4 Tahun Terjepit di Kloset Jongkok saat BAB, Damkartan Kota Jambi Gerak Cepat

Baca juga: 2 Remaja Maling Pakaian di Arizona Jambi Memelas saat Tertangkap Warga, Aksi Terekam CCTV Viral

Baca juga: 3,2 Juta Batang Rokok Senilai Rp2,5 Miliar Dimusnahkan Bea Cukai Jambi, Kerugian Negara Rp2,47 M

Kondisi di dalam ruangan itu sungguh menyayat hati. 

Tanpa kemampuan mengurus diri, Lengsi terpaksa makan, minum, hingga membuang kotoran di titik yang sama. 

Akibat sanitasi yang buruk dan kurangnya perawatan, sekujur tubuh mungilnya dipenuhi penyakit kulit yang merusak harkatnya sebagai seorang anak.

Merespons laporan tersebut, Aipda Porda segera bergerak bersama tim medis menuju lokasi. 

Saat pintu dibuka, suasana seketika menjadi haru. 

Ketakutan nampak jelas di mata Lengsi saat melihat orang asing memasuki dunianya yang selama ini sunyi.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved