Jumat, 8 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Nasional

Pilu Salamat Dianiaya Pakai Egrek hingga Tewas, Adik Ipar Geram soal Bansos

Alami penganiayaan, Salamat (55), warga Embacang Baru Ilir, Kecamatan Karang Jaya, Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, meninggal dunia.

Tayang:
Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
ILUSTRASI Penganiayaan (Shutterstock/Kompas.com)
Alami penganiayaan, Salamat (55), warga Embacang Baru Ilir, Kecamatan Karang Jaya, Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, meninggal dunia. 

TRIBUNJAMBI.COM - Salamat (55), warga Embacang Baru Ilir, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, meninggal dunia setelah mengalami penganiayaan.

Pelaku diduga  adik iparnya sendiri, Ahmad Hendri (33), pada Jumat (5/12/2025).

Peristiwa tersebut terjadi di depan rumah Ahmad Hendri di Desa Embacang Baru.

Korban mengalami sejumlah luka di tubuhnya dan sempat dilarikan ke Rumah Sakit Ar-Bunda Lubuklinggau, namun nyawanya tidak tertolong.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kejadian bermula ketika Ahmad Hendri membawa pulang bantuan sosial berupa beras dan minyak goreng yang sebelumnya diterima ibunya. Sang ibu diketahui meninggal dunia satu bulan sebelum kejadian.

Salamat kemudian mendatangi kediaman Ahmad untuk menanyakan bantuan tersebut.

Berdasarkan keterangan keluarga, bahan kebutuhan pokok itu rencananya akan digunakan untuk acara tahlilan 40 hari almarhumah ibu mereka.

Keterangan tersebut disampaikan Ade, warga Embacang Ilir, yang juga keluarga korban.

Ade menyampaikan penjelasan itu saat berada di dalam mobil ambulans dalam perjalanan menuju rumah sakit membawa Salamat yang sudah dalam kondisi luka parah.

Menurut Ade, ia tidak mengetahui penyebab pasti terjadinya pertikaian hingga berakhir dengan penganiayaan.

Namun, ia menyampaikan bahwa korban datang untuk mempertanyakan penempatan bantuan itu agar digunakan sesuai rencana keluarga.

Saat perselisihan terjadi, Ahmad diduga keluar dari rumah dengan membawa alat panen sawit atau enggrek, kemudian menyerang Salamat.

Korban mengalami luka serius di beberapa bagian tubuh sebelum berusaha menyelamatkan diri menggunakan sepeda motor yang ia bawa.

Dalam kondisi terluka, korban sempat berkendara hingga terjatuh di tengah jalan.

Warga yang melihat kejadian langsung memberikan pertolongan. Ketika ditemukan, korban masih sempat menyebutkan bahwa dirinya terluka akibat serangan menggunakan enggrek.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved