Banjir dan Longsor di Aceh
Kisah Pilu dan Inspiratif: Yus Penyandang Disabilitas Berjuang Jalan Kaki Demi Bantuan Banjir Aceh
Yus, seorang penyandang disabilitas, yang harus menempuh perjuangan fisik ekstrem demi bertahan hidup pasca banjir di Aceh Tamiang.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Ringkasan Berita:Kisah Pilu dari Aceh Tamiang• Yus, penyandang disabilitas di Aceh Tamiang, berjuang jalan kaki >1 KM setiap hari mencari bantuan pascabanjir.• Belum menerima bantuan pemerintah/desa.• Distribusi bantuan di Desa Kota Lintang tidak merata dan tidak cukup bagi semua korban.• Munta pemerintah segera perbaiki akses jalan Kota Lintang agar memudahkan pencarian bantuan/nafkah.
TRIBUNJAMBI.COM – Di tengah duka mendalam akibat bencana banjir besar yang melanda Aceh Tamiang, muncul kisah keteguhan hati Yus, seorang penyandang disabilitas, yang harus menempuh perjuangan fisik ekstrem demi bertahan hidup.
Yus, warga Desa Kota Lintang, Kecamatan Kuala Simpang, Aceh Tamiang, yang rumahnya luluh lantak diterjang banjir, kini harus tinggal menumpang di rumah tetangga.
Namun, untuk mendapatkan secercah bantuan logistik, ia terpaksa berjuang keras setiap harinya.
"Setiap pagi saya keluar, untuk mencari (bantuan) yang ada, (jalan) sekitar 1 Km lebih," ungkap Yus pada Jumat (5/12/2025), sebagaimana dilansir dari laporan video jurnalis KompasTV Dipo Nurbahagia.
Perjalanan sejauh lebih dari satu kilometer itu ia tempuh dengan keterbatasan fisik yang dimilikinya, murni demi menyambung hidup pascabencana.
Bantuan Terbatas dan Akses Jalan Rusak
Yus mengakui ada bantuan yang masuk ke daerahnya.
Namun, distribusi bantuan tersebut tidak merata dan tidak mampu menjangkau seluruh korban yang terdampak di Desa Kota Lintang.
Baca juga: Korban Meninggal Akibat Banjir dan Longsor di Aceh,Sumut,Sumbar 867 Orang
Baca juga: Masih Ingat Kasus Penculikan Bilqis Makassar Dibawa ke Jambi? Kini 2 SAD di Merangin Ditangkap
Baca juga: Apes Sembunyikan Sabu di Celana Dalam, Dua Kurir Dibekuk Polisi di Bandara
"Kalau bantuan untuk yang masuk itu kurang, cuma ya bantuan tadi kita keluar semua. Kalau enggak keluar, terima apa adanya gitu lah di kampung, bisa makan bisa enggak," imbuhnya.
Yang lebih memilukan, Yus menyebut hingga saat ini, ia belum menerima bantuan resmi dari pemerintah daerah atau desa pasca-bencana.
Bantuan yang ia dan tetangganya terima sejauh ini datang dari inisiatif pribadi dan bantuan keluarga.
Dalam kesempatannya, Yus menyampaikan permohonan tulus kepada pemerintah daerah agar segera melakukan perbaikan pada infrastruktur jalan.
"Saya menyampaikan kepada pemerintah, tolong akses jalan untuk Kota Lintang diperbaiki, dibenahi supaya kami bisa keluar mencari nafkah atau bantuan lebih mudah," harapnya.
Perbaikan akses jalan bukan hanya memudahkan evakuasi, tetapi juga memperlancar penyaluran bantuan esensial bagi para penyintas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Penyandang-Disabilitas-jalan-kaki-612.jpg)