Selasa, 12 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Internasional

Wajah Dewi Astutik si Gembong Sabu Dua Ton Ditangkap di Kamboja

Dewi Astutik, yang dikenal dengan sebutan Mami dan merupakan buronan kasus penyelundupan dua ton sabu ditangkap

Tayang:
Penulis: Mareza Sutan AJ | Editor: Mareza Sutan AJ
Ist/Istimewa via Tribunnews.com
GEMBONG SABU - Wajah Dewi Astutik, gembong narkoba asal Ponorogo saat ditangkap di Kamboja, Senin (1/12/2025). 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Dewi Astutik, yang dikenal dengan sebutan Mami dan merupakan buronan kasus penyelundupan dua ton sabu jaringan Golden Triangle, berhasil dibekuk oleh tim gabungan.

Dalam rekaman yang beredar, petugas terlihat menginterogasi Dewi di Sihanoukville, Kamboja.

BNN RI memaparkan peran Dewi Astutik dalam jaringan narkoba internasional tersebut.

Kepala BNN Komjen Pol Suyudi Ario Seto menyebut bahwa Dewi selama ini berfungsi sebagai perekrut dalam jaringan perdagangan narkotika kawasan Asia-Afrika.

Ia juga diketahui berstatus buronan di Korea Selatan.

"Dewi merupakan rekrutmen dari jaringan perdagangan narkotika Asia Afrika dan juga menjadi dari negara Korea Selatan,” ujar Suyudi kepada wartawan pada Selasa (2/12).

Komjen Suyudi menambahkan, Dewi ditangkap bersama seorang pria di area lobi hotel.

Penangkapan perempuan yang diduga menjadi aktor kunci penyelundupan dua ton sabu senilai Rp 5 triliun itu berlangsung pada Senin (1/12/2025).

"Dewi ditangkap berada dalam kendaraan Toyota Prius berwarna putih setelah keluar dari salah satu hotel di Sihanoukville, Kamboja," jelasnya.

"Target berhasil ditangkap ketika sedang bersama dengan seorang laki-laki,” lanjut Suyudi.

Dewi juga disebut terhubung dengan jaringan Golden Triangle dan Golden Crescent, kelompok yang bergerak dalam pengambilan serta distribusi berbagai jenis narkotika—mulai dari kokain, sabu, hingga ketamin—ke kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara.

Dari hasil penelusuran, selain Dewi, terdapat nama lain yang juga terkait dalam jaringan besar tersebut, termasuk gembong narkoba Freddy Pratama.

Menurut mantan Kapolda Banten itu, pelarian Dewi berlangsung lama karena ia kerap berpindah antar negara.

Namun kolaborasi antarotoritas akhirnya memungkinkan penangkapannya di Kamboja.

Setelah diamankan, Dewi dibawa ke Phnom Penh untuk proses verifikasi identitas sebelum diserahkan secara resmi antar lembaga.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved