Banjir dan Longsor di Sumut
Profil dan Daftar Harta Kekayaan Dwi Januanto, Dirjen Gakkum Kemenhut Disorot soal Gelondongan Kayu
Sosok hingga profil Dwi Januanto dicari tahu setelah membuat pernyataan tentang kayu gelondongan yang muncul saat banjir di Pulau Sumatera.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
TRIBUNJAMBI.COM - Perhatian publik kini tertuju kepada Dwi Januanto Nugroho, Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan (Dirjen Gakkum) Kementerian Kehutanan (Kemenhut).
Sosok hingga profilnya dicari tahu setelah membuat pernyataan tentang kayu gelondongan yang muncul saat banjir di Pulau Sumatera.
Sebagaimana diketahui, banjir bandang dan longsor terjadi di Aceh, Sumatera Utara (Sumut) dan Samatera Barat (Sumbar).
Selain meluapnya air saat banjir itu yang menjadi perhatian yakni munculnya kayu gelondongan berukuran besar dan pemotongan nyaris serupa.
Kondisi ini memunculkan speklasi kayu tersebut hasil dari ulah korporasi.
Terkait itu, Dwi Januanto mengungkapkan kayu-kayu hanyut tersebut dapat disebabkan sejumlah faktor.
"Hasil analisis sumber-sumber kayu itu. Satu adalah kayu lapuk, kedua kayu yang akibat tadi pohon tumbang dan ketiga di area-area penebangan."
"Kayu-kayu dari area penebangan," ucapnya, dikutip dari kanal YouTube tvOneNews , Senin (01/12/2025).
Baca juga: Misteri Kayu Gelondongan Hanyut saat Banjir di Sumut Terungkap, Bupati Tapsel Blak-blakan
Baca juga: Remaja Bersajam Viral di Muaro Jambi: Berkeliaran Bawa Celurit, Netter: Nantang Polisi Gak Nih?
Baca juga: Dilema Pembuktian Ijazah Jokowi: Menunjukkan Belum Tentu Solusi Akhir, Pakar: Pengadilan Jadi Kunci
Lebih lanjut, Dwi Januanto menambahkan, ia juga menduga kemungkinan besar kayu gelondongan berasal dari Pemegang Hak Atas Tanah (PHAT) yang berada di Areal Penggunaan Lain (APL).
PHAT adalah individu atau badan hukum yang memiliki hak legal untuk menguasai dan memanfaatkan tanah/kawasan hutan.
Sementara APL memiliki pengertian areal di luar kawasan hutan negara yang diperuntukkan bagi kegiatan pembangunan di luar bidang kehutanan.
Oleh karenanya, Kemenhut terus melakukan pendalaman guna memastikan darimana kayu-kayu gelondongan tersebut.
"Secara visual, secara pengamatan umum sebetulnya kayu-kayu yang lapuk. Itu kami duga dari PHAT yang belum sempat diangkut," tegas Dwi Januanto, dikutip dari kanal YouTube KompasTV.
"Ini masih dicek, aksesnya masih sulit, masih mengecek ya, tapi kami sinyalir ke situ (terkait PHAT)," imbuhnya.
Dalam kesempatan lain, Dwi Januanto mengungkap ada modus pencucian kayu di sejumlah wilayah Indonesia.
banjir bandang
tanah longsor
Sumatera Utara
Pulau Sumatera
Sosok
profil
siapa sebenarnya
Dwi Januanto
Kementerian Kehutanan
Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan
kayu gelondongan
Sumut
harta kekayaan
Tribunjambi.com
| Menelaah Asal Usul Ribuan Kayu Gelondongan Hanyut saat Banjir di Sumatera |
|
|---|
| Misteri Kayu Gelondongan Hanyut saat Banjir di Sumut Terungkap, Bupati Tapsel Blak-blakan |
|
|---|
| Janji Menhut Raja Juli dan Sorotan Walhi soal Gelondongan Kayu Hanyut di Banjir Aceh, Sumbar, Sumut |
|
|---|
| 2 Desa di Tapsel Sumut Paling Banyak Terdampak Kayu Gelondongan saat Banjir Surut |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/20251201-Sosok-profil-dan-Harta-Kekayaan-Dwi-Januanto-jadi-perhatian.jpg)