Kamis, 14 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Banjir dan Longsor di Sumut

Dampak Banjir dan Longsor Sumut: Sibolga-Tapteng Masih Terisolasi Total, BNPB Desak Perhatian Serius

Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Sumatera Utara saat ini berada dalam kondisi terisolasi total pasca banjir dan longsor.

Tayang:
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Ist
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dan banjir di Sibolga Sumatera Utara. 

Ringkasan Berita:Bencana Alam di Sumatera Utara
 
  • Kepala BNPB Suharyanto menyoroti Sibolga dan Tapteng di Sumut butuh perhatian serius, terisolasi total pasca-bencana.
  • Longsoran di jalur tersebut diperkirakan mencapai hampir 50 kilometer panjangnya.
  • Satgas gabungan TNI-Polri memprediksi membutuhkan waktu 3-4 hari lagi untuk membuka kembali jalur darat yang tertutup.
  • Logistik disalurkan melalui jalur udara untuk membantu warga dan pengendara yang terjebak berhari-hari di sepanjang jalan yang putus.

 

TRIBUNJAMBI.COM - Bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Sumatra Utara (Sumut) menyisakan krisis serius di dua daerah: Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). 

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto secara tegas menyatakan kedua wilayah ini saat ini berada dalam kondisi terisolasi total.

Kata dia, siatuasi itu memerlukan perhatian serta penanganan darurat yang serius.

Penegasan ini disampaikan Suharyanto dalam keterangannya, Minggu (30/11/2025), yang dipantau dari Breaking News KompasTV. 

Ia menyebut Tapteng dan Sibolga sebagai fokus utama penanganan karena kondisi keterisolasian yang parah pasca-bencana.

"Kabupaten/kota yang tadi saya sampaikan, yang sekarang masih perlu mendapat perhatian secara serius adalah dua daerah, yang pertama Tapanuli Tengah, yang kedua Sibolga. Kenapa ini mendapat perhatian penuh? Karena terisolir," ujar Suharyanto.

Jalur Darat Lumpuh Total, Pengiriman Logistik Lewat Udara

Suharyanto memaparkan, jalur darat utama penghubung Tapteng menuju Sibolga belum dapat ditembus hingga kini. 

Akses vital tersebut tertutup oleh longsoran material yang sangat panjang dengan perkiraan mencapai hampir 50 kilometer.

Baca juga: Prajurit Gugur saat Misi Kemanusiaan di Sumbar: Jenazah Prada Marpaung Ditemukan, 1 TNI Masih Hilang

Baca juga: Beredar Rumor Koper-koper Uang Disiapkan untuk Mediasi Kasus Ijazah Jokowi, Apa Kata Roy Suryo Cs?

Baca juga: Dimana Lokasi Pangkalan Udara, Kodam, dan Korem Baru Jambi yang Diumumkan Gubernur Al Haris? 

Kondisi ini membuat Tapanuli Tengah praktis hanya bisa dicapai melalui jalur udara.

Sementara Kota Sibolga, yang secara geografis berada di dalam Tapteng, hanya bisa dijangkau melalui laut atau, idealnya, lewat darat dari Tapteng. 

Namun, dengan putusnya akses darat tersebut, upaya penyelamatan dan penyaluran bantuan menjadi sangat terhambat.

50 KM Longsoran dan Warga yang Terjebak Berhari-hari

Untuk mengatasi krisis isolasi, tim Satuan Tugas (Satgas) gabungan TNI-Polri dikerahkan untuk melakukan operasi pembukaan jalur. 

Menurut Suharyanto, upaya pembersihan longsoran sepanjang 50 kilometer tersebut diperkirakan membutuhkan waktu tambahan 3 hingga 4 hari lagi agar akses darat bisa kembali tembus.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved