Banjir dan Longsor
Pilu! Gajah Sumatera Mati Terdampar Terjepit Timbunan Kayu dan Lumpur Sisa Banjir di Pidie Jaya Aceh
Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) ditemukan tak bernyawa setelah terseret arus deras dan terjepit di tumpukan material kayu, lumpur.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Ringkasan Berita:Gajah Tewas Terseret Arus Banjir
- Gajah Sumatera ditemukan mati akibat banjir bandang di Pidie Jaya, Aceh, terjepit di tumpukan kayu dan lumpur.
- Bangkai gajah berada di wilayah yang sulit diakses, jauh dari habitat asli, dan dikelilingi material sisa banjir bandang.
- Warga tidak pernah melihat gajah di desa mereka.
- Banjir membawa material kayu hutan berukuran besar.
- Wakil Bupati Pidie Jaya berjanji akan mengecek kondisi hutan untuk memastikan penyebab melimpahnya material kayu yang dibawa banjir.
TRIBUNJAMBI.COM - Dampak mengerikan dari banjir bandang yang melanda Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Sabtu (29/11/2025), mengungkap sebuah kisah pilu.
Seekor Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus), satwa yang dilindungi, ditemukan tak bernyawa setelah terseret arus deras dan terjepit di tumpukan material kayu hutan serta lumpur.
Bangkai gajah jantan dewasa tersebut ditemukan di Desa (Gampong) Meunasah Lhok, Kecamatan Meureudu, wilayah yang biasanya tidak pernah menjadi habitat gajah.
Temuan ini memicu keheranan dan kekhawatiran warga setempat.
Terjebak di Lokasi Terisolasi
Penemuan bangkai gajah sumatera ini dilaporkan oleh wartawan Antara bersama warga setempat.
Lokasi penemuan berada di area yang terisolasi total akibat luapan deras Sungai Meureudu, dan hanya dapat diakses dengan berjalan kaki selama kurang lebih dua jam dari permukiman terdekat.
Gajah tersebut ditemukan dalam kondisi mengenaskan, setengah tubuhnya tertimbun material sisa banjir, dengan posisi kepala mengarah ke bawah, mengindikasikan kuatnya seretan arus.
Baca juga: Anak Gajah Sumatera Menjerit Tengah Malam sebelum Ditemukan Mati pada Subuh
Baca juga: Kabar Gembira: Gubernur Al Haris Umumkan Jambi akan Miliki Kodam, Korem dan Pangkala Udara Baru
Baca juga: Misteri Lakban Mulai Terungkap? Arya Daru 24 Kali Check In Bareng Vara Istri TNI Sejak 2024
Warga Desa Meunasah Lhok, Muhammad Yunus, mengaku terkejut.
"Di desa ini tidak ada gajah, warga belum pernah lihat gajah karena biasanya gajah ada di hutan. Baru sekarang ini kami lihat gajah mati karena banjir," tutur Yunus, yang menduga gajah itu terbawa arus dari kawasan hutan di hulu sungai.
Misteri Melimpahnya Kayu Hutan
Selain bangkai gajah, keanehan lain yang disoroti warga adalah melimpahnya material kayu hutan berukuran besar yang ikut terbawa arus hingga ke permukiman.
Kayu-kayu ini tidak hanya menjepit bangkai gajah, tetapi juga telah menyebabkan kerusakan parah pada rumah warga, fasilitas umum, sekolah, hingga rumah ibadah di sejumlah wilayah Pidie Jaya.
Muhammad Yunus menambahkan, "Kami juga kaget ada banyak kayu hutan terbawa sampai ke sini. Saya tidak pernah lihat kayu-kayu sebesar ini."
Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri, membenarkan temuan tragis ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/20251129-Gajah-mati-tertimpa-batang-kayu-sisa-banjir-di-Aceg.jpg)