Berita Viral

Segini Harga Tumbler Tuku yang Jadi Polemik Penumpang dan Pegawai KAI

Sebuah tumbler merek Tuku milik penumpang KRL bernama Anita Dewi berdampak pada nasib sejumlah petugas di lapangan.

Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
Shopee
TUMBLER TUKU. Polemik hilangnya sebuah tumbler merek Tuku milik penumpang KRL bernama Anita Dewi berdampak pada nasib sejumlah petugas di lapangan. 

TRIBUNJAMBI.COM - Polemik hilangnya sebuah tumbler merek Tuku milik penumpang KRL bernama Anita Dewi berdampak pada nasib sejumlah petugas di lapangan.

Tumbler Tuku adalah botol minum merchandise resmi yang dirilis oleh jaringan kedai kopi populer Kopi Tuku, yang kerap diminati karena desainnya yang simpel namun ikonik serta nilai eksklusivitas pada edisi tertentu.

Harga tumbler ini di pasaran sangat bervariasi tergantung pada material dan kolaborasinya.

Varian reusable cup atau gelas plastik standar harganya relatif terjangkau di kisaran Rp35.000 hingga Rp90.000-an, namun untuk edisi stainless steel atau hasil kolaborasi dengan merek premium (seperti Corkcicle) yang kerap menjadi incaran kolektor.

Harganya bisa melonjak drastis mencapai kisaran Rp399.000 hingga lebih dari Rp600.000.

Alfino Bagus Ramadhan alias Fino, salah satu petugas KAI, mengungkapkan bahwa akibat polemik tumbler tuku dirinya terkena Surat Peringatan (SP) 1.

Dia juga menyebut rekannya mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat insiden barang hilang tersebut.

Fino, yang mengaku turut berdinas saat kejadian hilangnya tumbler di KRL rute Tanah Abang-Rangkasbitung pada Senin (17/11/2025), menyayangkan besarnya dampak yang timbul hanya karena sebuah botol minum.

 Ia mempertanyakan urgensi kasus tersebut yang dinilai tidak sebanding dengan sanksi berat yang diterima para pegawai.

"Sorry nih... lu nya ribet !!! gara" lu gua juga kena SP 1 dan temen gua di CUT. Sangat spesial sekali kah itu tumbler sampe" gamau di ganti yg baru bahkan yg lebih mahal? cuma gara" tumbler jadi ada zoom meeting antara PS PKD SAMA Direksi cuma perihal barting Tumbler ini doang. Please lain kali kalo mau bertindak pikir 2 kali bakal merugikan orang lain apa kaga, nih temen gua udah di CUT dan GADA PEKERJAAN di kata gampang kali nyari kerja. Hadeh SEMOGA BERKAH HIDUP LU DAN KELUARGA!," tulis Fino dalam kolom komentar media sosialnya.

Fino juga menjelaskan bahwa seluruh petugas keamanan stasiun (PS) di Rangkasbitung harus menjalani prosedur administrasi yang panjang akibat kasus ini.

"iyaa gua di suruh bikin BA (Berita Acara) terkait tuh tumbler karna Argi kan 1 stasiun sama gua di Rangkas, jadi gua di suruh bikin kronologi kejadian yg gua tau pada saat itu.

Dan di suruh bikin surat pernyataan, bukan gua doang semua PS rangkas di suruh bikin juga," lanjutnya.

Melalui unggahan Instagram Story, Fino kembali menegaskan penyebab sanksi tersebut.

"Temen saya di CUT dan teman yg lain kena SP nih termasuk saya cuma gara" apa?? TUMBLER," tulisnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved