Jumat, 8 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Viral

Anggota DPRD Kota Sungai Penuh Ngaku Spontan Teriaki Nama Hewan ke Pekerja, Fahrudin Minta Maaf

Fahrudin, anggota dewan dari Partai Golkar, telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.

Tayang:
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Ist/ Kolase Tribun Jambi
Fahrudin, DPRD Kota Sungai Penuh ngamuk ucap kata-kata kasar ke pekerja 

TRIBUNJAMBI.COM  - Anggota DPRD Kota Sungai Penuh, Fahrudin, tersandung kasus serius setelah video dirinya melontarkan makian dengan menyamakan pekerja proyek Pasar Beringin Jaya dengan nama hewan viral di media sosial.

Insiden yang terjadi saat sidak pada Minggu (19/10/2025) ini tidak hanya memicu kemarahan para pekerja, tetapi juga dinilai telah melukai nilai adat setempat.

Sebab beberapa pekerja yang dihina ternyata adalah tokoh adat bergelar Depati dan Rio.

Fahrudin, anggota dewan dari Partai Golkar, telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.

Ia mengakui ucapan yang sangat tidak pantas itu terlontar secara spontan saat suasana tegang.

"Saya langsung spontan mengucapkan hal yang tidak pantas tersebut kepada para pekerja. Saya memohon maaf kepada para pekerja dan seluruh masyarakat Kota Sungaipenuh atas ucapan yang saya lontarkan,” ujar Fachruddin.

Ia menjelaskan, kedatangannya ke lokasi bermaksud meninjau proses pembongkaran dan menanyakan perihal nasib kayu serta seng hasil bongkaran.

Saat berbincang, terjadi salah paham yang memicu ketegangan, ditambah suara kayu yang jatuh beberapa kali di lokasi.

Baca juga: Sosok Fahrudin, Kader Golkar Anggota DPRD Sungai Penuh Lontarkan Kata-kata Kasar ke Pekerja Bangunan

Baca juga: Napas Baru SPBU Kota Jambi: Mulai Hari Ini Aturan Solar Subsidi Diperketat, Antre Panjang Minggat

Baca juga: Klaim Terbaru KKB Papua: TNI Kalah Perang Gerilya, Panglima TPNPB-OPM Tewas Terkena Serangan Drone

"Bukan maksud saya menghina," tambahnya, sembari menegaskan insiden ini menjadi pelajaran berharga baginya untuk lebih berhati-hati dalam bersikap dan berkomunikasi.

Tuntut Pertanggungjawaban Adat

Meskipun permintaan maaf telah disampaikan, pihak pekerja proyek merasa sangat dilecehkan. Mereka menuntut pertanggungjawaban lebih serius dari Fahrudin.

Ijal, pengawas pekerja proyek, mengungkapkan kekecewaan mendalam atas etika seorang pejabat publik yang dinilai minim.

Ia menegaskan, para pekerja hanya menjalankan tugas sesuai Prosedur Operasi Standar (SOP) dan tidak bertanggung jawab atas masalah perizinan proyek yang sempat dipersoalkan oleh Fahrudin.

"Soal izin bukan urusan kami. Kami di sini hanya bekerja sesuai arahan. Tapi, kalau sampai dihina dengan sebutan nama hewan, kami tidak bisa terima," tegas Ijal.

Kemarahan memuncak setelah diketahui beberapa pekerja yang dimaki dengan ucapan keras, seperti "Woi anj**g, ..... mon*yet kalian semua disini," adalah tokoh adat dari wilayah Pondok Tinggi.

"Ucapan tersebut sangat melukai. Tindakan anggota dewan itu tidak menunjukkan etika seorang pejabat publik, apalagi sampai menghina tokoh adat," imbuh Ijal.

Ancaman Jalur Hukum dan Adat

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved