Sabtu, 9 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Viral

Respon Menohok Roy Suryo Usai Rektor UGM Sebut Jokowi Alumni Kebanggaan: Bukan Berarti Lulus

Pernyataan Rektor UGM yang dengan bangga menyebut Jokowi sebagai alumni kebanggaan kampus, langsung disambar tanggapan keras oleh Roy Suryo.

Tayang:
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Humas Kemenhut
Jokowi, Raja Juli Antoni, dan Rektor UGM di HUT Fakultas Kehutanan 

TRIBUNJAMBI.COM - Pernyataan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Ova Emilia, yang dengan bangga menyebut Presiden ke-7 RI, Joko Widodo atau Jokowi, sebagai alumni kebanggaan kampus, langsung disambar tanggapan keras oleh pakar telematika, Roy Suryo.

Dalam konteks isu ijazah yang tak kunjung usai, sang pakar secara terbuka menohok definisi 'alumni' itu sendiri.

Momen tersebut terjadi saat Rektor Ova Emilia memberikan sambutan dalam rapat senat terbuka Dies Natalis ke-62 Fakultas Kehutanan UGM, pada Jumat (17/10/2025), yang juga dihadiri oleh Jokowi.

"Yang terhormat Presiden ke-7 Republik Indonesia Bapak Joko Widodo, alumnus Fakultas Kehutanan tahun 1980 kebanggaan Fakultas Kehutanan UGM," ujar Ova, mempertegas pengakuan kampus terhadap status mantan Presiden tersebut.

Namun, pengakuan kebanggaan dari UGM itu tak lantas meredam keraguan Roy Suryo.

Ia, yang sejak 2014 vokal mempertanyakan keaslian ijazah Jokowi dan kini juga berstatus terlapor dugaan pencemaran nama baik, segera melancarkan kritiknya.

Dalam tanggapannya yang dikutip pada hari yang sama, Roy Suryo secara spesifik menyoroti perbedaan antara 'alumni' dan 'lulusan'.

Menurutnya, masyarakat perlu memahami definisi yang benar, terutama setelah perubahan statuta di Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama).

Baca juga: Ketua DEN Luhut Pandjaitan Buka Suara soal Bayar Utang Kereta Cepat Warisan Jokowi Pakai APBN

Baca juga: KKB Papua dan Aparat TNI-Polri Diminta Hentikan Pertumpahan Darah: Negara Harus Lindungi Rakyat

Baca juga: Bentrok Panas di Jambi: Warga SAD dan Leasing Ribut Gegara Mobil, Warganet: Ketemu Lawan Sepadan

"Semenjak tahun 2014, itu semenjak Jokowi juga presiden Indonesia ada perubahan statuta di Kagama, bahwa definisi alumni itu tidak berarti lulus," tegas Roy Suryo.

Dia bahkan berpendapat bahwa status alumni bisa disematkan kepada siapa saja yang pernah terdaftar, meski hanya sebentar.

"Alumni itu pernah masuk, pernah masuk tuh masuk sehari terus drop out saja alumni," ujarnya, memperjelas klaimnya.

Roy Suryo menekankan bahwa pengakuan teman-teman kuliah Jokowi yang menyatakan pernah seangkatan tidak secara otomatis membuktikan kelulusan.

"Orang-orang yang tadi ngaku temannya (Jokowi), itu kan hanya tahu dia pernah satu kuliah tapi tidak bisa meyakinkan kalau itu pernah lulus. Jadi sekali lagi kelulusannya dipertanyakan. Alumni itu jelas alumni tidak menunjukkan dia lulus atau tidak, itu aja sudah, clear kalau itu," pungkasnya.

Kontroversi ini kembali mencuat ke permukaan, menciptakan dilema antara klaim institusi pendidikan sekelas UGM dengan keraguan publik yang diwakili oleh sosok kritis seperti Roy Suryo, menggarisbawahi tebalnya polarisasi opini seputar latar belakang pendidikan mantan orang nomor satu di Indonesia.

Relawan Jokowi: Cuma Omong Kosong

Di tengah gempita Dies Natalis Fakultas Kehutanan UGM, perseteruan soal status kelulusan Jokowi di kampus tersebut kembali memanas, mempertemukan klaim Roy Suryo dengan pembelaan solid dari pihak relawan dan penegasan langsung dari UGM.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved