Berita Viral

Sahroni Meninggal, Tokoh Paoman Terkubur di Bawah Pohon Nangka

Tewasnya keluarga Haji Sahroni (70), tokoh masyarakat di Kelurahan Paoman, Indramayu, Jawa Barat, masih menyisakan tanda tanya besar.

Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
Tribuncirebon/Eki Yulianto
VIRAL.Tewasnya keluarga Haji Sahroni (70), tokoh masyarakat hebohkan warga Kelurahan Paoman, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. 

TRIBUNJAMBI.COM - Tewasnya keluarga Haji Sahroni (70), tokoh masyarakat hebohkan warga Kelurahan Paoman, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

 Haji Sahroni bersama empat anggota keluarganya ditemukan tewas terkubur di halaman belakang rumah mereka di Jalan Siliwangi Nomor 52 pada Senin (1/9/2025) petang.

Kelima korban adalah Haji Sahroni, anaknya Budi Awalludin (43), menantunya Euis (37), serta dua cucunya, Ratu (7) dan seorang bayi berusia delapan bulan. 

Mereka dikubur di bawah pohon nangka, hanya beberapa meter dari rumah dua lantai yang selama ini ditempati keluarga tersebut.

Kronologi Penemuan

Hilangnya kontak keluarga Sahroni sejak Kamis (28/8/2025) membuat warga mulai curiga. Beberapa kali pesan WhatsApp dan panggilan telepon ke Euis tak mendapat jawaban. Kecurigaan bertambah ketika rumah terlihat sepi, meski biasanya ramai dengan aktivitas keluarga.

Ema (55), kerabat korban, bersama tetangga bernama Ayu, memutuskan mendatangi rumah Sahroni pada Senin sore.

 Pintu terkunci rapat dari dalam, sementara kondisi rumah dari luar tampak normal. “Awalnya saya sama Bu Ayu curiga karena rumah sepi, pintunya terkunci, dan keluarga Sahroni tidak bisa dihubungi sejak beberapa hari lalu,” kata Ema.

Sekitar pukul 17.30 WIB, warga akhirnya mendobrak pintu. Di dalam rumah suasana rapi tanpa tanda perampokan, tetapi bau busuk tercium kuat dari arah halaman.

 Saat Ema melangkah ke belakang, terlihat gundukan tanah di bawah pohon nangka dengan kaki manusia yang mencuat. “Itu jasad Haji Sahroni. Saya langsung lemas dan teriak minta tolong,” ungkapnya.

Polisi segera datang ke lokasi. Dari lubang itu, petugas menggali dan menemukan empat jasad lain, yakni Budi, Euis, Ratu, serta bayi delapan bulan. Seluruhnya kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Losarang untuk proses identifikasi dan autopsi.

Jejak Mencurigakan

Sebelum jasad ditemukan, warga sebenarnya telah melihat hal janggal. Pada Sabtu (30/8/2025) dini hari, dua mobil pikap sempat berhenti lama di depan rumah Sahroni

Namun warga tidak menaruh curiga. Sohib (42), tetangga korban, mengatakan keberadaan mobil boks di sekitar rumah sebenarnya biasa karena Budi menjalankan usaha grosir sembako yang lokasinya berjarak sekitar 30 meter dari rumah.

“Kalau ada mobil boks datang itu biasanya ngirim barang usaha Mas Budi seperti gula, pasir, dan lainnya,” jelas Sohib.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved