Berita Merangin
Wisuda Ponpes Ke 20,Wabup Abdul Khafidh Ajak Santri Syiarkan Agama
Abdul Khafidh mengajak para santri lulusan Ponpes Al-Munawwaroh kembali ke desa untuk mengajar ngaji.
Penulis: FRENGKY WIDARTA | Editor: Heri Prihartono
TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO- Wakil Bupati Merangin Abdul Khafidh menghadiri acara perpisahan dan wisuda angkatan ke-20 Santri dan Santriwati Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur'an Wal Hadits Al-Munawwaroh, Kelurahan Dusun Bangko, Kecamatan Bangko,
Acara wisuda itu dilaksanakan pada hari selasa (19/05/2026) sebanyak 32 siswa terdiri dari 8 orang santri dan 24 santriwati.
Dalam menghadiri acara wisuda itu Abdul Khafidh juga didampingi oleh Asisten I Sekda, Sukoso, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Misrinaldi, Kepala Dinas Arsipus, Kabag Kesra, Agus Salim, Camat Bangko, Edward, Kapolsek Bangko, Iptu Adri, Perwakilan Kejari Merangin dan Perwakilan Kodim 0420/Sarko.
Abdul Khafidh menekankan pentingnya peran santri pasca kelulusan, terutama untuk kembali ke desa (dusun) demi membentengi generasi muda dari dampak negatif teknologi.
Ia juga mengimbau para alumni santri yang kembali ke dusun masing-masing untuk aktif berkolaborasi dengan masyarakat setempat, khususnya dalam menghidupkan tradisi mengaji bagi anak-anak usia SD dan SMP.
"Untuk santri dan santriwati yang balik ke dusun, tolong diajak anak-anak yang masih sekolah di SD atau SMP yang tidak masuk pesantren. Kita ingin para santri berkolaborasi, mengajar ngaji. Minimal memanfaatkan waktu yang singkat antara Maghrib sampai Isya," kata Abdul Khafidh.
Ajakan Santri untuk pulang kampung itu sangat penting sebagai benteng moral keluarga dan lingkungan di tengah masifnya penggunaan gawai (gadget) dan Android pada anak-anak saat ini.
Menurutnya pengawasan ketat dari lingkungan terdekat sangat diperlukan agar perkembangan teknologi bermakna positif, bukan sebaliknya.
Abdul Khafidh juga mengingatkan pentingnya pengawasan ketat di lingkungan pesantren bersama aparat hukum dan dinas terkait, demi mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan seperti kasus pelecehan yang tengah menjadi perhatian pemerintah daerah saat ini.
Selain mengajak pulang kampung untuk mensyiarkan agama, Abdul Khafidh juga mendorong para santri yang memiliki kesempatan dan kemampuan finansial untuk terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Abdul Khafidh mengungkapkan bahwa peluang beasiswa dan jalur masuk perguruan tinggi negeri saat ini sangat terbuka lebar bagi para penghafal Al-Qur'an.
"Kesempatan sekarang ini banyak universitas yang menerima hafiz dan hafizah Al-Qur'an. Terutama yang hafal 30 juz, itu bisa masuk tanpa melalui tes," jelas Abdul Khafidh.
Berdasarkan pengalamannya bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Misrinaldi, saat masih bertugas di tingkat provinsi, tercatat ada banyak Universitas ternama yang menyediakan jalur khusus ini.
Beberapa di antaranya meliputi Universitas Riau (Unri) di Pekanbaru, Universitas di Medan serta sedikitnya lima universitas negeri lainnya di Indonesia.
"Para hafiz dan hafizah dipandang sebagai orang-orang yang cerdik dan pandai, karena menghafal Al-Qur'an itu tingkat kesulitannya tinggi. Maka dari itu, manfaatkan kesempatan emas ini," pungkas Abdul Khafidh.
(Tribunjambi.com/Frengky Widarta)
Baca juga: Jambi Top 7, Malangnya Nenek Nasib Horlinim Purba di Dalam Travel Bungo-Merangin
| Bupati Syukur Serahkan Bantuan Keramba Ikan Apung dan Jaringan Listrik untuk Warga SAD di Merangin |
|
|---|
| Pemkab Merangin Teken MoU dengan Pengadilan Agama Bangko, Cegah Perkawinan Anak di Bawah Umur |
|
|---|
| Kendalikan Inflasi di Merangin, Wabup Abdul Khafidh dan Sekda Zulhifni Ikut Rakor Bersama Kemendagri |
|
|---|
| CT Scan Sudah Ada di RSUD Abundjani, Warga Merangin Tak Perlu Berobat Keluar Daerah |
|
|---|
| Tingkatkan Kesejahteraan SAD, M Syukur Serahkan Keramba Ikan dan Listrik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Wabup-Khafidh-di-HUT-Ponpes.jpg)