Selasa, 21 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Merangin

Bupati Merangin: Anak Sekolah Harus Tahu Cara Bertani

Di sela-sela kegiatan panen bersama jajaran OPD, Bupati mengungkapkan kerinduannya melihat anak-anak sekolah kembali mengenal dunia pertanian

Penulis: FRENGKY WIDARTA | Editor: Mareza Sutan AJ
Tribunjambi.com/FRENGKY WIDARTA
TAHU CARA BERTANI - Bupati Merangin, M Syukur, ikut panen jagung di Sungai Manau, Sabtu (18/4/2026). Ia mendorong generasi muda untuk tahu cara bertani. 

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Bupati Merangin, M Syukur, memiliki visi besar dalam memanfaatkan aset daerah.

Tak sekadar mengejar hasil panen, ia menginginkan lahan-lahan pertanian milik pemerintah menjadi pusat edukasi bagi generasi muda.

Hal tersebut ditegaskan Bupati saat melakukan panen jagung di Balai Benih Utama (BBU) Sungai Manau, Sabtu (18/4/2026). 

Di sela-sela kegiatan panen bersama jajaran OPD, Bupati mengungkapkan kerinduannya melihat anak-anak sekolah kembali mengenal dunia pertanian secara langsung.

Ia mengenang masa lalu di mana sekolah-sekolah memiliki kegiatan bercocok tanam yang aktif.

Menurutnya, pemandangan tersebut kini mulai memudar dan perlu dihidupkan kembali melalui kolaborasi antarinstansi.

"Lahan-lahan pemerintah ini jangan hanya jadi tempat produksi, tapi juga jadi sarana edukasi.

"Saya ingin anak-anak kita diajak ke sini untuk melihat langsung bagaimana cara menanam jagung, cabai, dan tanaman lainnya. Ini tugas Kepala Dinas Pertanian untuk bekerja sama dengan Dinas Pendidikan," kata M Syukur.

M Syukur berharap dengan adanya percontohan yang rapi dan menarik di setiap kecamatan, siswa sekolah tidak hanya belajar teori di dalam kelas, tetapi juga memiliki pengalaman lapangan yang menyenangkan.

Selain edukasi, M Syukur juga melihat potensi lahan pertanian sebagai destinasi wisata lokal yang produktif. 

Dengan penataan yang estetis, lahan BBU seperti yang ada di Sungai Manau diharapkan dapat menarik minat masyarakat umum untuk berkunjung.

"Jika dikelola dengan rapi, lahan ini bisa jadi tempat wisata. Ada buah-buahan, ada sayur-mayur.

"Masyarakat senang melihatnya, dan di saat yang sama mereka belajar tentang pola tanam yang berhasil," ungkap M Syukur.

Agar visi edukasi ini tercapai, M Syukur menekankan bahwa Dinas Pertanian dan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) harus terlebih dahulu membuktikan keberhasilan mereka di lapangan.

Lahan seluas 40 hektare yang dikelola langsung oleh pemerintah saat ini diproyeksikan sebagai laboratorium alam.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved