Berita Jambi
Kisah Tegar Diterima 4 Perguruan Tinggi, Al Azhar Mesir hingga Kampus Australia
Muhammad Tegar Ananta berhasil diterima di empat perguruan tinggi, termasuk Universitas Al Azhar Kairo.
Penulis: Srituti Apriliani Putri | Editor: Heri Prihartono
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Rasa bangga dan haru dirasakan Suhatman Pisang (60) bersama istrinya, Yulia Aryati, setelah putra mereka, Muhammad Tegar Ananta, berhasil diterima di empat perguruan tinggi sekaligus.
Salah satu kampus yang berhasil menerima Tegar ialah Universitas Al Azhar Kairo, Mesir, yang selama ini menjadi tujuan banyak pelajar muslim untuk menimba ilmu agama di tingkat internasional.
Selain diterima di Universitas Al Azhar Kairo, Tegar juga lolos pada program double degree Deakin University dan Lancaster University Australia, Universitas Negeri Semarang (Unnes), serta Universitas Logistik dan Bisnis Internasional (ULBI).
Bagi Suhatman, pencapaian putranya bukan sesuatu yang diraih secara instan.
Sejak kecil, Tegar telah memiliki cita-cita besar dan tekad kuat untuk menempuh pendidikan agama hingga ke luar negeri.
"Keinginan itu datang dari dirinya sendiri. Dari awal memang dia ingin masuk pesantren dan bercita-cita kuliah di luar negeri. Kami sebagai orang tua hanya mendukung dan memfasilitasi," ujar Suhatman, Senin (1/6/2026).
Suhatman mengaku sempat terkejut saat putranya memutuskan melanjutkan pendidikan ke Pondok Pesantren Darul Uluum Lido, Bogor, Jawa Barat, setelah menyelesaikan pendidikan di SD Islam Al Azhar Jambi.
Saat itu, Tegar baru berusia sekitar 14 tahun.
Keputusan berpisah dengan anak yang masih berusia remaja dan tinggal jauh dari keluarga menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua.
"Kami sempat kaget dan terkejut karena harus berpisah jauh. Namun, itu memang keinginannya sendiri dan kami belajar mendukung pilihan anak," katanya.
Perjalanan pendidikan Tegar kemudian berlanjut di Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Raudhatul Ulum Sakatiga, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.
Di pesantren tersebut, Tegar mendapat bimbingan intensif dalam mempersiapkan diri mengikuti seleksi perguruan tinggi di Timur Tengah.
Menurut Suhatman, putranya sejak awal fokus memperkuat kemampuan bahasa Arab dan bahasa Inggris.
Selama berada di pesantren, Tegar juga mengikuti berbagai program tambahan untuk mendukung cita-citanya.
"Alhamdulillah selama di pondok dia mendapatkan banyak pembinaan. Bahasa Arab dan bahasa Inggris memang menjadi fokus dari awal," ujarnya.
Meski telah diterima di empat perguruan tinggi, Tegar masih menunggu hasil seleksi dari sejumlah kampus luar negeri lainnya.
Suhatman mengatakan, keluarga mereka hanya menanamkan dasar-dasar pendidikan agama kepada anak-anak sejak dini tanpa memaksakan pilihan pendidikan maupun profesi tertentu.
"Saya selalu berpikir bahwa dunia kita dan dunia anak berbeda. Tugas orang tua memberi pandangan, menunjukkan berbagai kemungkinan, lalu memberikan kesempatan kepada anak menentukan jalannya sendiri," tuturnya.
Suhatman diketahui merupakan seorang jurnalis yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Biro Kompas TV Jambi.
Ia mengaku kerap mengajak anak-anak melihat berbagai realitas kehidupan saat menjalankan tugas peliputan.
Dari pengalaman tersebut, ia berharap anak-anak memiliki wawasan luas dan mampu menentukan masa depan sesuai minat masing-masing.
Menariknya, Tegar juga memiliki bakat menulis yang diwarisi dari sang ayah.
Muhammad Tegar Ananta lahir di Palembang pada 14 September 2008.
Ia menamatkan pendidikan dasar di SD Islam Al Azhar Jambi pada 2020, kemudian melanjutkan pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Pondok Pesantren Darul Uluum Lido, Bogor, hingga lulus pada 2023.
Selanjutnya, ia menempuh pendidikan di Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Raudhatul Ulum Sakatiga, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, dan lulus pada 2026.
Selama masa pendidikan, Tegar aktif dalam berbagai kegiatan. Saat di sekolah dasar, ia aktif dalam kegiatan Pramuka dan Bahasa Inggris. Di tingkat MTs, ia aktif dalam organisasi dan program hafalan Al-Qur'an, sedangkan di jenjang MA aktif dalam bidang olahraga dan organisasi.
Bagi Suhatman, keberhasilan putranya menjadi bukti bahwa setiap anak memiliki jalan hidup dan potensi yang berbeda.
"Setiap anak punya jalannya masing-masing. Orang tua cukup mendampingi, mendoakan, dan memberikan kesempatan terbaik agar mereka dapat meraih impiannya," pungkasnya.
(Tribunjambi.com/Srituti Apriliani Putri)
Baca juga: Peringatan Lahir Pancasila: Hasto Sebut Jokowi Otoriter Populis di Periode Kedua
| Jadwal Jam Kerja ASN di Kota Jambi untuk 5 dan 6 Hari Kerja, Berlaku mulai 2 Juni 2026 |
|
|---|
| Beredar Rencana Pelebaran Jalan Simpang Rimbo-Mendalo Jambi Sepanjang 10 Km |
|
|---|
| Gubernur Al Haris Upacara Hari Lahir Pancasila, Ajak ASN dan Generasi Muda Hidupkan Nilai Pancasila |
|
|---|
| Modus Beli Minyak, Pemuda Gasak Ponsel dari Meja Kasir di Toko Kawasan Rajawali Jambi |
|
|---|
| Hutama Karya Catat Lonjakan Trafik JTTS, Ribuan Kendaraan Melintas di Tol Betung-Tempino-Jambi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Muhammad-Tegar-Ananta.jpg)