Kamis, 28 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Pemadaman Listrik

Info Daftar Pemadaman Listrik Bergilir di Jambi Update Sabtu 23 Mei 2026

Informasi yang dikutip dari Instagram PLN terverifikasi yang diunggah pada Sabtu (23/5/2026) sore, terdapat sejumlah titik mengalami pemadaman.

Tayang:
Penulis: Mareza Sutan AJ | Editor: Mareza Sutan AJ
Instagram/PLN
INFO PEMADAMAN - Tangkapan layar Instagram PLN terkait info pemadaman di Jambi dan sekitarnya yang diunggah pada Sabtu (23/5/2026) sore. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - PLN UP3 Jambi menyampaikan akan memberlakukan pemadaman listrik secara bergilir di sejumlah wilayah di Jambi.

Kebijakan itu dilakukan untuk menjaga beban sistem tetap stabil sehingga pemadaman tidak terjadi terlalu lama di satu kawasan tertentu.

Saat ini proses pemulihan sistem kelistrikan masih terus berjalan dengan harapan pasokan listrik dapat kembali normal sepenuhnya.

Hal tersebut disampaikan Manager PLN UP3 Jambi, M Burhanuddin Muflihul Hasan, Sabtu (23/5/2026).

Ia menjelaskan, informasi terkait jadwal pemadaman bergilir akan diumumkan melalui akun media sosial milik PLN, termasuk akun Instagram @plnofficial123.

PLN juga meminta masyarakat tetap bersabar selama proses pemulihan berlangsung.

Menurutnya, seluruh petugas saat ini terus bekerja untuk mempercepat normalisasi sistem kelistrikan di Provinsi Jambi.

Sebelumnya, Burhanuddin menyebut pasokan listrik yang masuk ke Jambi baru mencapai sekitar 85 persen dari kondisi normal.

“Karena itu kami masih harus melakukan pengaturan beban melalui pemadaman bergilir untuk menjaga keandalan sistem,” pungkasnya.

Pihak PLN UP3 Jambi mengungkapkan pemadaman listrik yang terjadi di wilayah Provinsi Jambi sejak Jumat (22/5/2026) dipicu gangguan pada jaringan transmisi utama 275 KV.

Jalur transmisi tersebut menghubungkan wilayah Muara Bungo dengan Sungai Rumbai.

Gangguan muncul saat cuaca ekstrem melanda kawasan itu dan berdampak pada sistem kelistrikan interkoneksi Sumatra yang menjadi jalur utama distribusi listrik di Pulau Sumatra.

Manager PLN UP3 Jambi, M Burhanuddin Muflihul Hasan, menyebut gangguan mulai terdeteksi sekitar pukul 18.34 WIB.

“Kami mendapatkan informasi dan sudah terkonfirmasi juga dari PLN Pusat bahwa ada gangguan backbone utama kami, jaringan 275 kV di Muara Bungo sampai Sungai Rumbai mengalami masalah. Karena memang cuaca buruk yang terjadi di sana,” katanya saat dikonfirmasi Tribunjambi.com di kantornya, Sabtu (23/5/2026).

Ia menjelaskan, jaringan tersebut merupakan tulang punggung penyaluran listrik di sistem Sumatra.

Karena itu, ketika terjadi gangguan, dampaknya meluas hingga ke sejumlah provinsi lain.

“Itu merupakan tulang punggung utama penyaluran kami di sistem Sumatra. Jadi kalau di situ bermasalah, itu memengaruhi keseluruhan sistem di Sumatra,” tuturnya.

Burhanuddin mengatakan, PLN langsung bergerak melakukan penormalan dengan menurunkan tim ke sejumlah lokasi terdampak.

Menurutnya, upaya percepatan yang dilakukan membuat proses pemulihan berlangsung lebih cepat dibanding kejadian serupa beberapa tahun lalu.

"Alhamdulillah, dengan upaya yang sudah kita lakukan, pelaksanaan penormalan bisa berjalan lebih cepat. Paling lama sekitar 12 jam dari kejadian. Untuk dalam Kota Jambi sendiri, sekitar dua sampai tiga jam sudah mulai bertahap menyala,” jelasnya.

Belum Pulih Sepenuhnya

Ia menambahkan, hingga kini pasokan listrik di Provinsi Jambi belum pulih sepenuhnya.

Saat ini, sistem kelistrikan disebut baru kembali normal sekitar 85 persen.

Sementara itu, beberapa wilayah masih mengalami pengaturan beban guna menjaga kestabilan jaringan listrik.

“Masih ada beberapa wilayah yang mengalami pengoptimalan karena suplai yang masuk ke tempat kami masih terkendala akibat gangguan kemarin,” terangnya.

PLN juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi, termasuk minimnya informasi saat pemadaman berlangsung.

Menurut Burhanuddin, gangguan terjadi secara mendadak dengan dampak yang cukup luas sehingga pihaknya perlu melakukan verifikasi sebelum memberikan informasi kepada publik.

“Kami belum mengetahui alasan kejadian ataupun dampaknya sebesar apa pada saat itu. Makanya, kami menunggu sampai masalah tersebut benar-benar diketahui secara pasti untuk disampaikan kepada masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, Burhanuddin menyebut PLN berencana memperkuat sistem cadangan pasokan listrik di Provinsi Jambi.

Langkah tersebut dilakukan agar Jambi tidak hanya bergantung pada satu jalur utama sehingga risiko gangguan serupa dapat ditekan.

Informasi yang dikutip dari akun Instagram PLN terverifikasi yang diunggah pada Sabtu (23/5/2026) sore, pada 23 Mei terdapat sejumlah titik yang mengalami pemadaman.

Di antaranya:

UP3 Jambi, ULP Kota Baru
Padam pukul 14.28 WIB
Wilayah: Jalan Lingkar Barat, PT Indofoof, JL LIngkar BBH, Perumahan BMM, Jalan Saribakti, Pinang Merah, sekitarnya.

UP3 Jambi, ULP Telanaipura
Padam pukul 14.27 WIB
Wilayah: sebagian Mendalo, Unja Mendalo, Sungai Duren, Ness, Jambi Luar Kota, Desa Muhajirin, Desa Selat, Sungai Anak, Tantan, Rantau Majo, Kedotan< Keranggan>

UP3 Jambi, ULP Muara Bulian
Padam pukul 14.23 WIB
Wilayah: Teratai, Simpang Bajubang, Panerokan, Kampung Tengah, Sungai Buluh, Bajubang, Kilangan, Mekar Jaya, Singkawang, Bungku, Johor, Sungkai, Simpang Ness, Desa Olak, Sungai Baung, Desa Aro, Bajubang Laut, dan sekitarnya.

UP3 Jambi, ULP Kota Baru
Padam pukul 14.23 WIB
Wilayah: Berdikari, Jalan Baru, Simpang Marene, Marene, Kasang Pudak, dan sekitarnya

UP3 Jambi, ULP Telanaipura
Padam pukul 14.23 WIB
Wilayah: Selincah, Kumpeh, Sumber Jaya, Eka Jaya, Paal Merah, Desa Betung, dan sekitarnya

UP3 Jambi, ULP Kota Baru
Padam pukul 14.21 WIB
Wilayah: Simpang Rimbo, Perum Kota Baru Indah, Bougenville, Lingkar Barat 3, sebagian Jalan Penerangan, Jalan Abadi, Politeknik Jambi, Lorong Sukajaya, Perumahan Namura 3, Pinang Merah, Jalan Kalibatas, Kebun HBA, Perumahan Griya Halim Fanona

UP3 Jambi, ULP Seberang Kota
Padam pukul 14.21 WIB
Wilayah: Muaro Jambi

Warga Harap Cepat Menyala

Sejumlah warga di Jambi memberikan tanggapan terkait pemadaman listrik yang terjadi di beberapa wilayah dalam beberapa waktu terakhir.

Seorang warga Telanaipura, Kota Jambi, Antonius, mengatakan dirinya rutin mengisi daya ponsel dan laptop sebagai langkah antisipasi ketika listrik padam.

Ia mengaku berusaha tetap tenang saat aliran listrik di tempat tinggalnya terputus. Meski demikian, Antonius berharap proses perbaikan jaringan listrik dapat segera diselesaikan.

“Jangan sampai berlarut larut, karena jaman sekarang listrik sangat diperlukan untuk kerja, dan lain-lain,” harapnya.

Sementara itu, warga Mendalo, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi, Nosta, mengaku tidak sempat melakukan persiapan karena pemadaman terjadi secara mendadak.

Karena itu, ia berharap aliran listrik dapat segera kembali normal agar aktivitas kuliahnya tidak terganggu.

“Harapannya segera nyala dan normal kembali, agar aku tidak terkendala mengerjakan tugas kuliah yang sudah deadline,” ucapnya.

Di sisi lain, kondisi berbeda terjadi di kawasan Thehok, Kota Jambi. Hingga saat ini aliran listrik di wilayah tersebut masih terpantau normal.

“Belum ada mati (arus listrik padam, red) ini,” ujar seorang pedagang setempat, Andika.

Hal serupa juga disampaikan warga kawasan Beringin, Kota Jambi, Willy. Ia menyebut wilayah tersebut belum mengalami pemadaman listrik sejak Sabtu pagi.

Sejumlah Daerah Masih Blackout

Sementara itu, sejumlah daerah di Sumatera masih mengalami blackout atau pemadaman listrik hingga Sabtu (23/5/2026).

Lima provinsi yang terdampak yakni Sumatera Utara, Sumatera Barat, Aceh, Riau, dan Jambi. Gangguan listrik tersebut mulai terjadi sejak Jumat (22/5/2026).

Walaupun sebagian wilayah sudah mulai kembali mendapatkan aliran listrik, hingga Sabtu masih ada daerah yang mengalami pemadaman.

Dari total 13,1 juta pelanggan PLN, sebanyak 8,3 juta pelanggan disebut telah kembali menikmati listrik, sedangkan sisanya masih mengalami blackout.

Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara, Darmawan Prasodjo, mengungkapkan indikasi awal penyebab gangguan sistem kelistrikan yang memicu blackout di sebagian wilayah Sumatera sejak Jumat malam.

Dalam konferensi pers, Sabtu pagi, Darmawan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan tersebut.

“Pertama, PT. PLN Persero ingin menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat yang berada di Sumatera, terutama di Jambi, Sumatra Barat, Riau, Sumatra Utara, dan Aceh, karena adanya gangguan di sistem kelistrikan sejak tadi malam,” tutur Darmawan, dipantau dari Breaking News Kompas TV.

“Gangguan terjadi pada pukul 18.44 WIB, dan di saat itu kami langsung melaporkan kondisi ini kepada Kementerian ESDM melalui Bapak Dirjen Tenaga Listrik,” lanjutnya.

Ia menjelaskan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral merupakan regulator dalam sistem ketenagalistrikan nasional.

Setelah menerima laporan, kementerian meminta PLN segera melakukan langkah-langkah pemulihan dan perbaikan sistem kelistrikan Sumatera.

Menurut Darmawan, gangguan tersebut diduga dipicu cuaca buruk di wilayah Muara Bungo, Jambi yang berdampak pada sistem transmisi listrik.

“Ini sebagai indikasi awal, ada ruas transmisi 275KV antara Muara Bungo dan Sungai Rumbai di Jambi, yang indikasi awalnya karena gangguan cuaca, sehingga terjadi gangguan pada sistem transmisi tersebut,” ungkapnya.

Gangguan itu membuat sistem transmisi keluar dari jaringan kelistrikan Sumatera dan memicu shock pada sejumlah pembangkit listrik PLN.

Kondisi tersebut menyebabkan oversupply tenaga listrik akibat hilangnya beban di sebagian wilayah.

Di Aceh, sebanyak 17 dari 21 gardu induk yang terdampak disebut telah berhasil dipulihkan. Namun, pemadaman berkepanjangan sempat menghambat aktivitas warga.

Sementara di Sumatera Utara, Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Sumatera Utara, Darma Saputra, menyebut hingga pukul 07.00 WIB sebanyak 173 dari total 540 penyulang terdampak sudah berhasil dipulihkan.

Meski demikian, sejumlah wilayah di Sumatera Utara masih mengalami pemadaman listrik, di antaranya Medan Teladan, Medan Baru, Tembung Pasar 3 hingga Pasar 7, Medan Sunggal, Medan Marelan, Medan Deli, Jalan Sei Padang, sebagian Medan Petisah, Medan Amplas, Medan Area, dan Medan Halat.

Di Riau, listrik yang sempat kembali menyala setelah blackout pada Jumat malam kembali padam pada Sabtu dini hari. Warga mengaku kecewa karena pemadaman berulang kali mengganggu aktivitas mereka.

Sedangkan di Sumatera Barat, PLN menyatakan seluruh gardu induk telah kembali menyala. Namun hingga Sabtu pagi masih terdapat 175 penyulang yang belum pulih dari total 394 penyulang.

General Manager PLN UID Sumbar, Ajrun Karim, mengatakan sekitar 40 persen wilayah Sumatera Barat masih belum mendapatkan pasokan listrik maksimal.

Wilayah yang terdampak meliputi Kota Padang, Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Tanah Datar, Pasaman, Pasaman Barat, Lima Puluh Kota, Payakumbuh, Padang Panjang, Solok, Solok Selatan, Sijunjung, dan Dharmasraya.

Blackout tersebut juga menyebabkan lampu lalu lintas di sejumlah persimpangan di Padang mati total sehingga arus kendaraan sempat mengalami kemacetan dan kekacauan.

Sementara itu di Provinsi Jambi, beberapa wilayah seperti Sungai Duren, Mendalo, dan sejumlah kawasan lainnya juga masih terpantau mengalami pemadaman listrik.

 

Baca juga: Tabel Angsuran KUR Mandiri untuk Pinjaman sampai Rp500 Juta selama 1-5 Tahun

Baca juga: Update Gangguan Listrik Jambi, Pemadaman Masih Berlangsung

Baca juga: Dua Teman Bertarung dengan Arus sebelum Remaja Hanyut di Sungai Batang Merangin

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved