Berita Jambi
BRI Perluas Penggunaan QRIS hingga Pasar Tradisional dan Pelosok Jambi
Pengguna QRIS BRI di Jambi mencapai 20.958 dan terus bertambah seiring meningkatnya transaksi digital di kalangan UMKM.
Penulis: Srituti Apriliani Putri | Editor: Heri Prihartono
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Penggunaan transaksi digital melalui QRIS di Provinsi Jambi terus menunjukkan tren peningkatan dalam setahun terakhir.
Hingga saat ini, jumlah pengguna QRIS BRI di wilayah Jambi tercatat mencapai sekitar 20.958 pengguna.
Pemimpin Cabang Bank Rakyat Indonesia Jambi, Mochamad Chandra Ariesta mengatakan penggunaan QRIS saat ini semakin diminati masyarakat karena dinilai lebih praktis, cepat, dan aman.
"Dari sisi pengguna, penggunaan QRIS cukup dominan di kalangan usia produktif dan anak muda karena mereka lebih akrab dengan mobile banking dan transaksi digital. Namun saat ini penggunaannya juga mulai meluas ke pedagang pasar, UMKM tradisional, hingga masyarakat umum," ujarnya pada Senin (18/5/2026).
Ia menjelaskan, sektor usaha yang paling banyak menggunakan QRIS BRI di Jambi didominasi pelaku UMKM, khususnya bidang kuliner dan food and beverage (F&B), pedagang pasar, usaha wisata dan suvenir, hingga pedagang kecil seperti penjual jajanan, penyedia jasa sewa sepeda, dan toko retail kecil.
Menurut Chandra, untuk memperluas penggunaan QRIS hingga ke pasar tradisional dan usaha kecil, BRI menerapkan berbagai strategi, mulai dari jemput bola langsung ke pasar dan sentra UMKM, pendampingan pendaftaran merchant QRIS, hingga edukasi penggunaan aplikasi BRImo dan QRIS merchant.
Selain itu, pihaknya juga bekerja sama dengan Bank Indonesia dan pemerintah daerah dalam mendorong digitalisasi transaksi masyarakat.
"Salah satu contohnya adalah kerja sama BRI dan BI dalam digitalisasi UMKM di kawasan Candi Muaro Jambi," katanya.
BRI juga rutin menggelar program edukasi transaksi digital kepada masyarakat melalui sosialisasi penggunaan QRIS bagi UMKM, pelatihan transaksi non-tunai, edukasi keamanan transaksi digital, hingga literasi keuangan digital di sekolah, kampus, dan event UMKM.
"Program ini dilakukan agar masyarakat semakin memahami manfaat transaksi digital sekaligus mengurangi risiko penipuan digital," tambahnya.
Sementara itu, warga Kota Jambi, Tia, mengaku transaksi menggunakan QRIS sangat membantu aktivitas sehari-hari karena tidak perlu repot membawa uang tunai.
"Mudah menggunakan QRIS, jadi tidak perlu repot membawa uang. Lebih aman juga, cuma kadang masih ada UMKM yang belum pakai," ujarnya.
Ke depan, BRI Cabang Jambi menargetkan perluasan inklusi keuangan digital hingga ke pelosok daerah dengan menambah jumlah merchant QRIS, khususnya UMKM kecil dan pasar tradisional.
Selain itu, BRI berharap digitalisasi pembayaran melalui QRIS dapat membantu UMKM naik kelas, memperluas pasar, serta meningkatkan efisiensi usaha di era ekonomi digital. (Tribunjambi.com/ Srituti Apriliani Putri)
Baca juga: Bupati Anwar Sadat Kembali Serahkan Bantuan Kebakaran Teluk Nilau
| Update Kecelakaan di Mendalo Jambi, Suripto Berharap Penabrak Anaknya Ditangkap |
|
|---|
| Setahun Lapor, Tiang Listrik Miring di Alam Barajo Jambi Belum Juga Diperbaiki PLN |
|
|---|
| Tulang Punggung Keluarga, Ketua KONI Sarolangun Minta Keringanan Hukuman |
|
|---|
| Ingat Kasus Pencurian yang Menjerat Driver Ojol di Jambi? Kini Divonis 2 Tahun Lewat Kasasi |
|
|---|
| Terkendala Kondisi Kesehatan, Jemaah Haji Asal Jambi Tertunda ke Tanah Suci |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/QRIS-Jambi-33.jpg)