Berita Jambi
Dolar AS Sentuh Rp17.602, Produsen Tempe dan Tahu di Jambi Belum Terdampak
Produsen dan pedagang di Jambi menyebut kenaikan nilai dolar belum memengaruhi harga tempe dan tahu.
Penulis: Syrillus Krisdianto | Editor: Heri Prihartono
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Produksi tempe dan tahu di Jambi saat ini belum dipengaruhi kenaikan dolar.
Sebab, sebelum dolar mengalami kenaikan, harga kedelai telah mengalami kenaikan pada Desember 2025 kemarin.
Hal itu disampaikan Produsen Tempe dan Tahu di Jalan Fatahillah, RT 23, Kelurahan rajawali, Kecamatan Jambi Timur, Fauzan Mahbub.
“Lancar seperti biasa, tidak ada pengaruh di persediaan. Persediaan tetap ada. Harga pun tidak naik,” katanya, pada Minggu (17/5/2026).
Dia menuturkan, sebelumnya harga kedelai perkilogram sebesar Rp9.000, namun, saat ini diharga Rp11.000 perkilogram.
“Jadi, dengan kenaikan dolar yang Rp17.000, sudah enggak pengaruh lagi sudah,” tuturnya.
Meski demikian, Fauzan merasa kasihan dengan konsumen, sebab harga jualnya harus disesuaikan dengan cost produksi.
“Kasihan konsumen kita karena cost produksinya sudah tinggi tetap jualnya tetap kita sesuaikan dengan harga kedelai. Yang tadinya harga tahu itu Rp6.500 sekarang Rp7.000. Tempe yang awalnya itu Rp7.000 sekarang Rp8.000. Itu pun masih diperkecil lagi,” ujarnya.
Disatu sisi, seorang pedagang toko sayuran di kawasan Arizona Kelurahqn Simpang III Sipin Jambi, Nadya menyebut belum ada pengaruh harga tempe dan tahu, pasca kenaikan nilai dolar.
Dia menyebut, tokonya saat ini menjual tahu di harga Rp1000 per satu kepingnya, sementara harga tempe ukuran kecil seharga Rp2500 dan tempe ukuran besar seharga Rp5000.
Hal senada juga disampaikan seorang pedagang toko sayuran lainnya, Dahlia. Dia mengatakan, dia mengambil tempe ukuran 3 ons dari agen seharga Rp4000 dan menjualnya seharga Rp5000.
“Kalau tahu Rp800 dari agen, kami jual Rp1.000, satu biji tahu yang kecil,” katanya.
Dia juga menerangkan, belum ada pengaruh kenaikan dolar di tokonya, sebab masih ada konsumen yang berbelanja di tokonya.
Namun, dia menyebut harga sayuran mulai berpengaruh, namun hal itu disebabkan karena curah hujan. (Tribun Jambi/Syrillus Krisdianto)
Baca juga: Bahlil Garansi Harga BBM dan Elpiji Subsidi Tak Naik Jika Minyak Kurang dari 100 Dolar
| Gudang Terbakar di Kotabaru Dipastikan Ilegal, Polisi Telusuri Dalang di Balik Pemiliknya |
|
|---|
| Janji Jokowi ke Suku Anak Dalam Sarolangun Jambi Belum Ditepati, Tumenggung SAD Geleng-geleng |
|
|---|
| Wagub Sani Lepas 442 JCH Kloter BTH 22 Jambi, Doakan Jadi Haji yang Mabrur |
|
|---|
| Ibu Bawa Balita ke Markas Damkar Jambi Jam 10 Malam karena Jari Terjepit |
|
|---|
| Lempengan Emas Diselundupkan dalam Kaleng Kopi sebelum Diterbangkan dari Jambi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Tahu-dan-tempe.jpg)