Selasa, 12 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Jambi

Kesehatan Menurun, Dua Jemaah Haji Jambi Dinyatakan Tidak Layak Terbang

Balai Karantina Kesehatan Jambi menyatakan dua jemaah haji asal Kerinci dan Merangin tidak layak terbang karena kondisi kesehatan.

Tayang:
Tribunjambi.com/Syrillus Krisdianto
JEMAAH HAJI- Plt Kepala Balai Karantina Kesehatan (BKK) Kelas II Provinsi Jambi, Dr. Dewi Julia. Balai Karantina Kesehatan Jambi menyatakan dua jemaah haji asal Kerinci dan Merangin tidak layak terbang karena kondisi kesehatan, sementara 442 jemaah lainnya diberangkatkan ke Tanah Suci. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pihak Balai Karantina Kesehatan (BKK) Kelas II Provinsi Jambi membenarkan dua jamaah haji dinyatakan tidak layak terbang karena kondisi kesehatan.

Dari total 444 jemaah yang menjalani pemeriksaan, sebanyak 442 orang dinyatakan laik terbang dan diberangkatkan ke Tanah Suci.

Hal itu disampaikan Plt Kepala Balai Karantina Kesehatan (BKK) Kelas II Provinsi Jambi, Dr. Dewi Julia.

Dia mengatakan, dua jemaah yang tertunda keberangkatannya yakni Muhammad Ali asal Kabupaten Kerinci dan Suradi asal Kabupaten Merangin. 

Satu diantara jemaah itu, Suradi saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit akibat penyakit paru kronik disertai infeksi paru. 

Kondisi saturasi oksigen jemaah tersebut berada di angka 91 persen, di bawah batas normal 95 persen sehingga dinyatakan tidak layak terbang.

Dalam keterangannya, Dewi  menyebut usia jemaah yang sudah mencapai 74 tahun turut menjadi faktor risiko. Meski demikian, secara umum kondisi kesehatan jemaah Kloter 19 dinilai baik, termasuk jemaah lanjut usia.

“Kita melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap 445 orang jemaah dari Kabupaten Kerinci, Merangin, dan tiga orang dari Muaro Jambi. Setelah pemeriksaan, ada dua orang yang tidak bisa berangkat karena masalah kesehatan,” katanya, Selasa (12/5/2026).

Dr Dewi menjelaskan, sebagian besar penyakit yang diderita jemaah masih dalam kondisi terkontrol, seperti hipertensi, diabetes, hingga gangguan ginjal stadium ringan sehingga masih diperbolehkan berangkat.

“Rata-rata jemaah yang kita berangkatkan sehat, baik lansia maupun non lansia. Penyakit yang mereka derita seperti darah tinggi dan kencing manis masih terkontrol. Kalau gagal ginjal stadium lima yang harus cuci darah, itu sudah pasti tidak istitha’ah,” jelasnya.

Dia menerangkan, bagi jemaah yang saat ini masih menjalani perawatan, keberangkatannya masih menunggu perkembangan kondisi kesehatan dalam beberapa hari ke depan.

Jika kondisi jemaah membaik, mereka berpeluang diberangkatkan bersama kloter berikutnya serta akan digabung kembali dengan Kloter 19 saat tiba di Arab Saudi.

Pihaknya mengingatkan, agar jemaah menjaga kondisi tubuh selama menjalankan ibadah haji di tengah cuaca panas ekstrem di Arab Saudi. 

Jemaah juga diminta memperbanyak minum air hingga tiga liter per hari untuk mencegah dehidrasi.

“Jemaah haji harus banyak minum karena cuaca panas, bisa sampai tiga liter sehari. Banyak makan sayur dan buah, hindari kegiatan outdoor kalau tidak perlu. Kalau terpaksa keluar, gunakan payung, topi, dan alas kaki karena biasanya jemaah mudah mengalami dehidrasi,” pungkasnya. (Tribun Jambi/Syrillus Krisdianto)

Baca juga: Al Haris Lepas 442 JCH Kloter BTH 19, Minta Jemaah Fokus Ibadah Haji

Baca juga: Al Haris Lepas Jemaah Haji Kloter 19, Minta Petugas Layani Jemaah dengan Baik

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved