Rabu, 29 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Jambi

Warga Kenali Asam Bawah Tunggu Air Semalaman, tapi tak Kunjung Nyala

Warga di Perumahan Mutiara Selatan mengeluhkan tidak mengalirnya air PDAM sejak Sabtu (25/4/2026) lalu.

Tayang:
Penulis: M Yon Rinaldi | Editor: Mareza Sutan AJ
Tribunjambi.com/M Yon Rinaldi
SULIT AIR - Pemandangan ember berjejer di depan rumah warga Kenali Asam Bawah, Rabu (29/4). Warga kesulitan mendapat air bersih sejak perbaikan Instalasi Pengolahan Air (IPA) beberapa hari terakhir. 

Ember, baskom, maupun tempat penampungan air berjejer di depan rumah-rumah warga di Kelurahan Kenali Asam Bawah, Kecamatan Kota Baru, Jambi.

Sejak beberapa hari lalu, warga sulit mendapat air bersih. Ada yang menampung sejak malam, ada pula yang harus menunggu mobil tangki mengantar ke rumah.

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI -- Warga di Perumahan Mutiara Selatan mengeluhkan tidak mengalirnya air PDAM sejak Sabtu (25/4/2026) lalu.

Satu di antara warga, Fadli, menyebut kondisi tersebut memaksa masyarakat membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan harian.

Berdasarkan pantauan Tribunjambi.com di lapangan, terlihat berbagai wadah penampungan air seperti ember disusun di depan rumah warga.

Fadli mengatakan, tidak adanya pasokan dari PDAM membuat mereka tidak punya pilihan selain membeli air.

“Air tidak hidup sama sekali sejak 25 April lalu. Kami terpaksa beli air," katanya, Rabu (29/4/2026).

Ia menjelaskan, lonjakan permintaan membuat penyedia air bersih kewalahan. Bahkan, warga harus menunggu berjam-jam sejak pagi hingga siang untuk mendapatkan kiriman air.

Menurutnya, keterlambatan distribusi terjadi karena penyedia air juga mengalami kendala, lantaran bak penampungan mereka kosong akibat tingginya permintaan.

“Mereka juga bilang harus menunggu bak penampungan terisi dulu, baru bisa diantar ke pembeli,” katanya.

Untuk satu tangki berkapasitas 1.000 liter, warga harus mengeluarkan biaya sebesar Rp80 ribu.

Kondisi ini menjadi satu-satunya solusi sementara bagi warga.

Fadli menambahkan, meski mobil tangki PDAM sempat datang, jumlah air yang dibawa belum mampu memenuhi kebutuhan sekitar 800 rumah terdampak.

“Mobil air PDAM ada, tapi kapasitasnya tidak cukup. Kalau bisa armada yang diturunkan lebih dari satu unit, karena banyak rumah yang terdampak,” ujarnya.

Ia mengaku, ketiadaan air bersih sangat mengganggu aktivitas warga, terutama bagi pelaku usaha kecil di rumah.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved