Kamis, 7 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Pengeroyokan Siswa di Kota Jambi

Orang Tua Siswa Korban Pengeroyokan di SMPN 5 Kota Jambi Ungkap Perubahan Sikap Anak

Ayah korban, Muhammad Sukri Handi Fatoni, mengatakan pada hari pertama dan kedua setelah kejadian, anaknya terlihat lebih pendiam jarang merespons

Tayang:
Penulis: M Yon Rinaldi | Editor: asto s
Tribunjambi.com/M Yon Rinaldi
AYAH KORBAN - Ayah siswa SMPN 5 Kota Jambi korban pengeroyokan, Muhammad Sukri Handi Fatoni. Dia mengatakan pada hari pertama dan kedua setelah kejadian, anaknya terlihat lebih pendiam dan jarang merespons saat diajak berbicara. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Orang tua siswa korban pengeroyokan di SMP Negeri 5 Kota Jambi menuturkan ada perubahan perilaku pada anaknya pascakejadian.

Ayah korban, Muhammad Sukri Handi Fatoni, mengatakan pada hari pertama dan kedua setelah kejadian, anaknya terlihat lebih pendiam dan jarang merespons saat diajak berbicara.

Selain itu, kondisi fisiknya juga tampak lemas dan tidak bersemangat.

“Biasanya dia aktif dan suka bercerita,” ujarnya kepada Tribun Jambi, Sabtu (25/4/2026).

Sehari setelah kejadian, korban juga mengaku enggan pergi ke sekolah dan memilih lebih banyak berdiam diri di rumah.

Saat ditemui Tribun Jambi, korban tampak cukup pendiam dan tidak banyak berbicara. 

Meski begitu, ia masih bersedia menceritakan hal-hal ringan.

Sukri mengatakan, saat Tribun Jambi mengunjungi rumahnya, kondisi sang anak mulai membaik dan sudah kembali mau berbicara, meski belum seaktif biasanya.

“Alhamdulillah, sudah mulai mau ngobrol,” katanya.

Lebih lanjut, Sukri mengungkapkan bahwa saat memeriksa kondisi anaknya pasca kejadian, terdapat kemerahan dan benjolan di beberapa bagian tubuh korban.

Kondisi tersebut diduga akibat tindakan kekerasan yang dialami anaknya saat peristiwa itu terjadi.

Pihak keluarga kemudian langsung membawa korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Kota Jambi untuk menjalani pemeriksaan medis.

“Kami langsung membawa anak kami ke rumah sakit untuk diperiksa, karena kondisinya memang terlihat tidak baik,” katanya.

Tak hanya itu, keluarga juga telah membuat laporan resmi dan memilih menempuh jalur hukum agar kasus tersebut dapat diproses secara serius.

Saat ini, pihak keluarga masih menunggu proses mediasi dengan pihak sekolah serta hasil pemeriksaan medis dari rumah sakit.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved