Harga BBM
Analisis Dosen Universitas Batanghari: BBM Nonsubsidi Naik, Warga Kelas Atas Migrasi ke Subsidi
Kenaikan harga BBM solar non-subsidi dinilai berisiko menimbulkan distorsi serius dalam pola konsumsi energi di Provinsi Jambi.
Penulis: Syrillus Krisdianto | Editor: asto s
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Harga BBM nonsubsidi di Indonesia, termasuk Provinsi Jambi, naik. Dosen Ilmu Ekonomi Universitas Batanghari, Dr Pantun Bukit, menyampaikan analisis bahwa itu berpotensi migrasi ke BBM subsidi.
Kenaikan harga BBM solar non-subsidi dinilai berisiko menimbulkan distorsi serius dalam pola konsumsi energi di Provinsi Jambi.
Disparitas harga antara solar subsidi dan non-subsidi kini terlalu jauh, sehingga mendorong peralihan masif konsumen ke BBM bersubsidi.
Selisih harga yang tajam, membuat kelompok masyarakat kelas menengah, yang sebelumnya masih mampu menggunakan BBM non-subsidi, terpaksa beralih ke solar subsidi.
Ketika disparitasnya terlalu jauh, pilihan rasional masyarakat pasti bergeser ke BBM yang lebih murah. Solar subsidi dan Pertalite akan menjadi tujuan utama.
Efek Domino
Pergeseran konsumsi itu tidak sekadar berdampak pada antrean di SPBU, tetapi juga berimplikasi langsung pada beban fiskal negara.
Meningkatnya konsumsi BBM subsidi otomatis memperbesar alokasi subsidi energi dalam APBN.
Masyarakat kelas menengah itu tergerus daya belinya karena harga-harga lain ikut naik, pupuk, obat-obatan, pestisida. Akhirnya mereka juga masuk ke pasar subsidi.
Dampak langsungnya terlihat pada antrean solar subsidi yang semakin panjang. Waktu tunggu yang semula relatif singkat berpotensi membengkak hingga berjam-jam, menciptakan inefisiensi ekonomi di tingkat akar rumput.
Waktu produktif habis hanya untuk antre BBM. Ini pemborosan ekonomi yang sering luput dihitung.
Distorsi Pasar
Ada potensi distorsi lanjutan, termasuk maraknya penjualan solar subsidi secara eceran.
Selisih harga yang besar membuka ruang arbitrase, di mana BBM subsidi dijual kembali dengan harga lebih tinggi.
Kalau selisih dengan Dexlite terlalu tinggi, solar subsidi bisa dijual Rp15 ribu per liter dan tetap laku.
| Pertamina Patra Niaga Lakukan Penyesuaian Harga Pertamax Series, Harga Pertalite dan Solar Tetap |
|
|---|
| Bahlil Garansi Harga BBM dan Elpiji Subsidi Tak Naik Jika Minyak Kurang dari 100 Dolar |
|
|---|
| Harga BBM Nonsubsidi Naik Lagi, Antrean di SPBU Kota Jambi Mengular |
|
|---|
| Di Jambi Pertamax Turbo Rp20.350, Pertamina Dex jadi Rp28.500 dan Dexlite Rp 26.600 |
|
|---|
| Naik Lagi, Daftar Harga BBM Pertamax Turbo, Pertamina Dex dan Dexlite per 4 Mei 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Pengamat-Ekonomi-Jambi-Pantun-Bukit1.jpg)