Jumat, 8 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Warga Jambi Disiksa di Kamboja

Isi Pertemuan Korban Job Scam Kamboja dengan Disnakertrans Jambi Hari Ini

Dalam kesempatan itu, Akhmad Bestari menyampaikan bahwa Andri telah kembali ke Jambi sejak dua hari lalu.

Tayang:
Tribunjambi.com/Syrillus Krisdianto
BERTEMU - Korban job scam Kamboja asal Jambi, Andri Budi Sanjaya, bertemu dengan Kepala Disnakertrans Provinsi Jambi, Senin (13/4/2026). 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Korban penipuan lowongan kerja (job scam) di Kamboja asal Jambi, Andri Budi Sanjaya, telah bertemu dengan pihak Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jambi di kantor Disnakertrans, Senin (13/4/2026).

Pertemuan tersebut dihadiri Kepala Disnakertrans Provinsi Jambi Akhmad Bestari, Koordinator P4MI Jambi Deliyus Eka Saputra, serta jajaran terkait lainnya.

Dalam kesempatan itu, Akhmad Bestari menyampaikan bahwa Andri telah kembali ke Jambi sejak dua hari lalu.

Sementara satu korban lainnya, Syehdi, juga telah dipulangkan ke Indonesia dan berada di Jakarta.

“Dalam perjalanannya, satu orang lagi atas nama Saudara Syehdi enggak tahu alasannya apa, beliau tidak mau pulang ke Jambi, padahal kami sudah menyiapkan tiket. Nah, ini sungguh kita sayangkan,” katanya.

Ia menjelaskan, awalnya pihaknya mengetahui kasus tersebut dari unggahan Andri di TikTok, yang kemudian ditindaklanjuti dengan koordinasi bersama P4MI Jambi.

Berdasarkan data yang dihimpun, Pemerintah Provinsi Jambi melalui Gubernur Al Haris kemudian mengirim surat ke Dubes RI di Kamboja untuk membantu pemulangan korban.

“Saat itu, datanya yang kita ada yaitu atas nama Andri Budi Sanjaya dan Chilva, dari surat tersebutlah ada komunikasi dan dibantu oleh P4MI ada komunikasi langsung,” tuturnya.

“Di tengah perjalanan, dari dua yang kita sudah kita komunikasikan bertambah, ada lagi namanya Syehdi,” lanjutnya.

Selain itu, pihaknya juga mendata satu warga Jambi lainnya, Ananda Rizkiyanto, yang juga akan diupayakan untuk dipulangkan.

Namun, Akhmad menegaskan proses pemulangan dari luar negeri tidak mudah karena harus melalui prosedur administrasi seperti dokumen perjalanan dan keimigrasian.

“Ini yang perlu kita koordinasikan, jadi prinsipnya pemerintah pusat maupun daerah berupaya untuk bisa memulangkan korban-korban pekerja ilegal yang ada di Kamboja ini,” jelasnya.

Ia menambahkan, satu korban lain, Chilva, dijadwalkan dipulangkan pada Rabu (15/4/2026).

Seluruh proses telah dikoordinasikan dengan KBRI di Kamboja, termasuk penyediaan dokumen pendukung.

“Kemarin sudah komunikasi, tiket sudah kita pesankan, komunikasi dengan KBRI di Kamboja sudah, karena nanti para pekerja-pekerja ini harus ada surat pengantar dari dari KBRI untuk bisa pulang ke Indonesia,” terangnya.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved