Senin, 27 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Jambi

Menteri LH Kunjungi Jambi, Targetkan Pengelolaan Sampah Lebih Masif

Pemerintah pusat dan daerah memperkuat gerakan nasional pengelolaan sampah dengan target penghentian open dumping.

Tribunjambi.com/Syrillus Krisdianto
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol kunjungi jambi. Kunjungan ini menghasilkan kesepakatan seperti emerintah pusat dan daerah memperkuat gerakan nasional pengelolaan sampah dengan target penghentian open dumping dan pengembangan energi dari sampah. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi Jambi terus memperkuat komitmen dalam penanganan persoalan sampah melalui Gerakan Nasional Indonesia Asri. 


Gerakan ini diharapkan tidak hanya menjadi simbolis, tetapi dilakukan secara rutin dan masif hingga ke daerah.

Hal itu disampakan Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq dalam kunjungan nya ke Danau Sipin, Kota Jambi, Sabtu (11/4/2026).

Acara tersebut turut dihadiri Gubernur Jambi, kepala OPD Provinsi Jambi terkait, Walikota Jambi, Ketua DPRD Kota Jambi dan para tamu undangan lainnya.

Dalam kegiatan tersebut, Hanif mengatakan gerakan tersebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto yang harus dijalankan secara berkelanjutan.

“Kami mohon dukungan Bapak Gubernur, Pak Bupati, Walikota untuk minimal syukur-syukur setiap seminggu satu kali gerakan ini dilakukan. Saya yakin ini sudah dilakukan,” ujarnya.

Pihaknya juga menyoroti masih adanya persoalan pengelolaan sampah di berbagai daerah, termasuk di Jambi.

Naminn, dari 11 kabupaten/kota di Jambi, enam di antaranya telah menghentikan praktik open dumping. Hanif optimis sisanya dapat segera dituntaskan pihak terkait.

Selain itu, Kota Jambi dan Muaro Jambi masuk dalam program pembangunan pengelolaan sampah menjadi energi listrik atau Waste to Energy (PSEL).

Program itu merupakan bagian dari strategi nasional untuk mengurangi beban sampah hingga puluhan ribu ton per hari.

“Jadi sampah nasional itu 141.000 ton per hari, melalui Waste to Energy akan diselesaikan sampai 40.000 ton per hari se-Indonesia,” ujarnya.


Hanif menambahkan, selain melalui teknologi Waste to Energy, pemerintah juga mendorong berbagai metode lain seperti Refuse Derived Fuel (RDF), biodigester, hingga pirolisis untuk mengatasi sisa timbunan sampah nasional.

Dalam upaya percepatan, pemerintah menargetkan penghentian total praktik open dumping di seluruh Tempat Pembuangan Akhir (TPA) paling lambat Agustus mendatang. Jika tidak dilaksanakan, akan diberlakukan sanksi tegas.

“Setelah melampaui bulan Agustus, Kementerian Lingkungan Hidup akan menggeser kepada pendekatan pidana tanpa terkecuali,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Jambi, Al Haris menyampaikan apresiasi atas kunjungan Menteri dan dukungan pemerintah pusat dalam pengelolaan sampah di daerah.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved