Minggu, 26 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Jambi

Konflik Timur Tengah, Harga Plastik di Jambi Melonjak Hingga 80 Persen

Harga plastik di Jambi melonjak hingga 80 persen akibat terganggunya pasokan bahan baku, berdampak pada pedagang dan pelaku usaha makanan.

Tribunjambi.com/Syrillus Krisdianto
MELONJAK-Harga plastik di Jambi melonjak hingga 80 persen akibat terganggunya pasokan bahan baku, berdampak pada pedagang dan pelaku usaha makanan. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Terjadi kenaikan harga plastik dari bahan PE, HD, PP hingga plastik jenis bening di Jambi.

Temuan itu didapatkan, saat Tribunjambi.com mengecek harga plastik di kawasan Jalan Ir H Juanda, Kelurahan Simpang Tiga Sipin, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi, pada Selasa (7/4/2026).

Seorang pedagang plastik dan bahan kue dikawasan setempat, Vina mengatakan terjadi kenaikan harga plastik hampir 80 persen.

“Ada (kenaikan) yang 60 persen, tapi ada beberapa yang sudah hampir 80 persen,” katanya.

Terkait kenaikan harga itu, dia mengetahui penyebab kenaikan harga plastik saat ini. Vina menjelaskan, saat ini pasokan bahan baku ke pabrik-pabrik biji plastik berkurang.


Hal itu disebabkan karena kondisi perang di kawasan timur tengah. Menurutnya, bahan baku plastik berasal dari minyak bumi dan bahan produksinya didominasi di kawasan timur tengah.

“Karena kondisi perang saat ini jadi pasokannya itu berkurang ke pabrik-pabrik biji plastik. Impor biji plastik juga akhirnya berdampak,” jelasnya.

“Jadi, pabrik untuk bahan-bahan plastik ini tidak ada bahan baku,” lanjutnya.

Sebab itu, Vina berharap agar konflik di kawasan timur tengah cepat selesai, agar harga bahan baku plastik kembali stabil.

“Jadi konsumen juga tidak perlu mengeluarkan biaya lebih banyak untuk biaya produksi makanan, untuk packaging makanan,” harapnya.

“Jadi lancar lagi usaha makanan, otomatis berdampak bagus ke kita yang toko plastik,” imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan seorang pedagang es buah sop buah kawasan Mayang, Rahma.

Dia mengatakan, harga plastik, seperti jenis twin wall saat ini mengalami kenaikan harga. Sehingga, hal tersebut berdampak ke omset penjualannya.

Rahma menyebut, saat ini penjualannya mengalami penurunan sekitar 10 persen. 

“Misalnya, sehari Rp500.000, mungkin sekarang Rp400.000 ribu, Rp300.000 kurang lebih, pokoknya berdampaklah,” katanya.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved