Jumat, 17 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Jambi

Al Haris Geram lantaran Ada SPBU Kirim BBM Subsidi ke Tambang Ilegal

Gubernur Jambi, Al Haris, geram karena sebagian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi ternyata disalurkan ke aktivitas penambangan emas tanpa izin.

Editor: Mareza Sutan AJ
Tribunjambi.com/tribunjambi
TAMBANG ILEGAL - Gubernur Jambi, Al Haris geram karena ada SPBU yang kirim BBM subsidi untuk PETI. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Gubernur Jambi, Al Haris, geram karena sebagian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi ternyata disalurkan ke aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI).

Al Haris menegaskan bahwa pihaknya sejak awal sudah memberikan peringatan terkait penyalahgunaan BBM subsidi, termasuk penggunaannya untuk sektor industri.

"Memang kita melihat kemarin bahwa ada BBM subsidi yang dikirim ke tambang-tambang ilegal, dan ada ketangkap juga kan mereka.

"Kita sudah wanti-wanti itu sebenarnya," kata Al Haris saat diwawancarai mengenai stok BBM menjelang arus mudik, Jumat (20/3/2026).

Ia pun mengingatkan para pengelola SPBU agar tetap konsisten dan tidak melakukan kecurangan dengan menjual BBM bersubsidi kepada pihak industri maupun pelaku tambang ilegal.

"Kepada petugas SPBU, janganlah begitu, harus konsisten, utamakan masyarakat, publik biasa, itu hak mereka.

"Jangan berikan ke perusahaan yang uangnya banyak, dia bisa beli industri. Atau jangan diberikan juga untuk tambang ilegal (pelangsir)," ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi, Al Haris berencana melibatkan (Kadin) untuk memfasilitasi kerja sama antara penyedia BBM industri dengan perusahaan yang membutuhkan.

Tujuannya, agar distribusi lebih tertata dan tidak mengganggu penyaluran BBM subsidi.

"Kalau kita biarkan liar (tidak diatur), pasti akan ada yang membeli BBM subsidi secara diam-diam," katanya.

Selain itu, ia juga akan berkoordinasi dengan dan sektor migas guna membentuk tim khusus dalam menangani persoalan ini.

"Sehingga, kalau ada perusahaan yang nakal, masih mau beli (BBM Subsidi) ya tindak saja perusahaannya," ujarnya.

Di sisi lain, Al Haris juga mengakui bahwa sebagian masyarakat masih bergantung pada aktivitas tambang emas ilegal, terutama yang kini sudah dilakukan dalam skala besar menggunakan alat berat.

Menurutnya, aktivitas penambangan secara tradisional masih bisa ditoleransi karena tidak berdampak besar terhadap lingkungan.

Namun, ia menekankan bahwa praktik tambang dengan alat berat justru berpotensi merusak lingkungan dan harus dihentikan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved