Jalan Lintas Sumatera Macet
Kasat Lantas Muaro Jambi: Begitu Kakorlantas Perintah, Langsung Turun
Meski jalur alternatif berjarak tempuh lebih panjang, pihak kepolisian menilai rute tersebut jauh lebih aman dan efisien dari sisi waktu.
Penulis: M Yon Rinaldi | Editor: asto s
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Arus mudik Lebaran 2026 di Provinsi Jambi sempat mengalami perubahan besar setelah Jalur Lintas Timur (Jalintim) arah Jambi-Palembang ditutup sementara. Penutupan itu menyusul kemacetan parah di wilayah perbatasan Jambi-Sumatera Selatan, terutama di kawasan Bayung Lencir, yang terjadi berhari-hari.
Penutupan akses berdampak langsung pada ribuan pemudik dari arah Riau, Sumatera Utara, Jambi, dan Aceh yang hendak menuju Palembang maupun Pulau Jawa.
Sejak Senin (16/3/2026) malam hingga Selasa (17/3/2026), kendaraan pemudik tidak lagi diperkenankan melintas melalui Tol Sebapo, Kabupaten Muaro Jambi, yang selama ini menjadi pintu utama penghubung Jambi dengan Sumatera Selatan.
Sebagai langkah antisipasi, Direktorat Lalu Lintas Polda Jambi bersama Polres Muaro Jambi mengalihkan arus mudik ke jalur alternatif melalui Lintas Tengah dan Lintas Barat Sumatera.
Pengalihan itu untuk mengurai kepadatan serta mencegah pemudik terjebak macet berjam-jam tanpa akses logistik dan fasilitas dasar.
Meski jalur alternatif berjarak tempuh lebih panjang, pihak kepolisian menilai rute tersebut jauh lebih aman dan efisien dari sisi waktu.
Berikut ini wawancara Jurnalis Tribun Jambi M Yon Rinaldi, bersama Kasat Lantas Polres Muaro Jambi, AKP Yudha Bhara, pada Senin (18/3/2026) malam:
Tribun Jambi: Selamat malam, Tribuners. Saat ini saya berada di Tol Sebapo, karena adanya penutupan akses jalan menuju Sumatera Selatan.
Bersama saya, M Yon Rinaldi, dalam program Saksi Kata Tribun Jambi. Dan telah hadir bersama kami Kasat Lantas Polres Muaro Jambi, AKP Yudha Bhara.
Selamat malam, Pak. Apa kabar?
Kasat Lantas AKP Yudha Bhara: Selamat malam. Alhamdulillah baik, luar biasa. Semoga kita semua sehat.
Tribun Jambi: Alhamdulillah. Malam ini kita sama-sama berada di pintu Tol Sebapo ya, Pak?
AKP Yudha Bhara: Betul. Kami bersama-sama di sini untuk menjaga dan melayani masyarakat, khususnya para pemudik.
Tribun Jambi: Pak Yudha, bisa dijelaskan kepada Tribuners, apa alasan penutupan pintu tol dan akses Jalur Lintas Timur menuju Sumatera Selatan malam ini?
AKP Yudha Bhara: Baik, kami jelaskan. Pada pelaksanaan Operasi Ketupat, sebenarnya sudah ada edaran terkait larangan kendaraan sumbu tiga ke atas untuk melintas selama arus mudik.
Selama satu minggu terakhir, kami sudah melakukan edukasi dan sosialisasi kepada perusahaan dan para pengemudi kendaraan besar.
Namun situasi berubah ketika terjadi kemacetan panjang di wilayah Bayung Lencir, Sumatera Selatan.
Kemacetan tersebut berdampak langsung ke wilayah hukum Polres Muaro Jambi, karena Tol Sebapo menjadi salah satu pintu utama menuju Sumatera Selatan.
Tribun Jambi: Berarti bukan hanya pembatasan kendaraan besar, tetapi sudah masuk tahap penutupan total ya, Pak?
AKP Yudha Bhara: Betul. Awalnya hanya pembatasan kendaraan sumbu tiga ke atas.
Namun berdasarkan penilaian situasi dari Korlantas Polri dan perintah langsung dari Kakorlantas, malam ini diberlakukan penutupan total sementara akses menuju Palembang via Jalur Lintas Timur.
Untuk wilayah Provinsi Jambi sendiri masih dibuka jalur alternatif melalui Sarolangun menuju Sumatera Selatan.
Tribun Jambi: Jadi bisa dipastikan, untuk pemudik dari Pekanbaru, Sumatera Utara, maupun Aceh yang menuju Palembang, jalur satu-satunya adalah lintas tengah?
AKP Yudha Bhara: Betul. Kami imbau pemudik yang masuk Jambi agar langsung belok kanan di kawasan Jembatan Aur Duri menuju Muara Bulian, lalu ke Sarolangun.
Bagi pemudik dari Tebo dan Bungo juga bisa langsung mengarah ke Sarolangun tanpa perlu masuk ke Muaro Jambi agar tidak berputar balik.
Tribun Jambi: Kapan tepatnya penyekatan ini mulai diberlakukan, Pak?
AKP Yudha Bhara: Penyekatan mulai kami lakukan pukul 20.00 WIB malam ini.
Begitu perintah turun dari Kakorlantas Polri, langsung kami laksanakan di lapangan.
Tribun Jambi: Berapa personel yang diturunkan untuk pengamanan dan penyekatan ini?
AKP Yudha Bhara: Untuk Operasi Ketupat secara keseluruhan, Polres Muaro Jambi menurunkan sekitar 250 personel yang tersebar di pos pengamanan.
Khusus untuk penyekatan malam ini, Satuan Lalu Lintas menurunkan 25 personel di tiga titik, yakni Tol Sebapo, pintu Tol Pijoan, dan Simpang Tempino.
Tribun Jambi: Di lapangan, apakah banyak pemudik yang kebingungan atau mengeluh terkait penutupan ini, Pak?
AKP Yudha Bhara: Pasti ada. Banyak pemudik yang berhenti dan bertanya karena belum mengetahui jalur lintas tengah.
Namun kami tetap memberikan pelayanan maksimal, edukasi, dan penjelasan secara humanis.
Kami sampaikan alasan penutupan, sekaligus menunjukkan jalur alternatif yang bisa dilalui.
Tribun Jambi: Bahkan tadi sempat ada pemudik yang mengaku terjebak hingga 24 jam ya, Pak?
AKP Yudha Bhara: Betul. Ada pemudik dari Bandung yang menyampaikan sudah terjebak 24 hingga 42 jam, bahkan hanya untuk keluar dari Bayung Lencir menuju Jambi.
Itu yang menjadi pertimbangan utama. Daripada memaksakan diri dan terjebak tanpa akses makanan, toilet, dan istirahat, lebih baik memutar lewat jalur alternatif meski jaraknya lebih jauh, tetapi waktunya jauh lebih cepat dan aman.
Tribun Jambi: Artinya, penutupan ini justru demi keselamatan pemudik ya, Pak?
AKP Yudha Bhara: Betul sekali. Tujuan kami hanya satu, agar mudik tidak berubah menjadi musibah.
Kami ingin pemudik aman di jalan, sehat sampai tujuan, dan bisa berkumpul dengan keluarga. Sesuai dengan slogan kita, Mudik Aman, Keluarga Bahagia.
Tribun Jambi: Terima kasih banyak, Pak Yudha, atas penjelasannya.
Semoga informasi ini bisa membantu dan mengedukasi para pemudik.
AKP Yudha Bhara: Terima kasih. Kami imbau masyarakat tetap mengikuti arahan petugas di lapangan.
Tribun Jambi: Tribuners, demikian perbincangan kami bersama Kasat Lantas Polres Muaro Jambi.
Semoga menjadi panduan bagi Anda yang sedang atau akan melakukan perjalanan mudik.
Saya, M Yon Rinaldi, pamit. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. (Tribun Jambi/Asto)
Baca juga: Rest Area Mudik Batang Hari Disiagakan 24 Jam, Pemudik Bisa Istirahat
Baca juga: Klarifikasi Kepala BGN Jambi Diduga Main Game saat Gubernur Beri Arahan Mudik 2026
| Kesaksian Mas Kadi Warga Tempino, Tunggu Bus dari Sarolangun Tak Kunjung Datang |
|
|---|
| Fakta Tersembunyi di Balik Kemudi Truk saat Jalintim Sumatera Palembang-Jambi Macet Parah |
|
|---|
| Sempat Ditutup, Tol Baleno Kini Kembali Dibuka, Exit Tol Ramai Lancar |
|
|---|
| Sopir dan Pemudik 'Jebol' Penyekatan Tol Sebapo Jambi Viral, Sempat Debat |
|
|---|
| Kapolda Jambi: Tol Sebapo Akan Pakai Sistem Buka Tutup |
|
|---|