Senin, 27 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Jalan Lintas Sumatera Macet

Pemudik Terjebak Macet di Jalintim, Pilih Istirahat di Masjid

Pemudik asal Bandung tujuan Pasaman terjebak kemacetan panjang di Jalan Lintas Timur Palembang–Jambi, Musi Banyuasin.

Penulis: M Yon Rinaldi | Editor: Heri Prihartono
Tribunjambi.com/M Yon Rinaldi
TERJEBAK MACET-Pemudik asal Bandung tujuan Pasaman terjebak kemacetan panjang di Jalan Lintas Timur Palembang–Jambi, Musi Banyuasin, hingga terpaksa beristirahat di masjid karena kelelahan dan kesulitan mendapatkan makanan. 

TRIBUNJAMBI.COM – Perjalanan mudik yang seharusnya menjadi momen penuh harapan berubah menjadi perjuangan melelahkan bagi sejumlah pemudik yang melintas di Jalan Lintas Timur Sumatera Selatan.

Sejumlah pemudik asal Bandung, Jawa Barat, terpaksa menghentikan perjalanan mereka setelah terjebak kemacetan panjang di ruas jalan lintas Palembang–Jambi, tepatnya di wilayah Tungkal Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Tribunjambi.com menemui rombongan pemudik tersebut di sebuah masjid milik warga di kawasan itu, Minggu (15/3/2026) malam.

Mereka terlihat beristirahat di Masjid LDII yang berada di pinggir jalan lintas, memanfaatkan waktu untuk melepas lelah setelah berjam-jam terjebak kemacetan.

Sebagian dari mereka duduk bersandar di dinding masjid, sementara yang lain terlihat berbaring di lantai masjid karena kelelahan.

Beberapa orang bahkan tampak tertidur pulas setelah perjalanan panjang yang menguras tenaga.

Sementara itu, sebagian anggota rombongan lainnya tampak sedang menikmati makanan sederhana yang baru mereka dapatkan setelah menunggu cukup lama.

Salah seorang pemudik bernama Rahmad mengatakan rombongan mereka berangkat dari Bandung dengan tujuan Pasaman, Sumatera Barat.

Perjalanan dilakukan secara konvoi menggunakan delapan mobil yang berangkat bersama dari Bandung.

Namun perjalanan yang awalnya berjalan lancar berubah menjadi sulit ketika mereka memasuki Jalan Lintas Timur Sumatera Selatan.

Rahmad mengatakan kemacetan mulai mereka rasakan sekitar pukul 15.00 WIB pada Minggu sore.

Sejak saat itu kendaraan hampir tidak bergerak dan membuat rombongan mereka tertahan cukup lama di jalan.

“Kami mulai terjebak macetnya sekitar jam tiga sore. Kendaraan nyaris tidak bergerak,” kata Rahmad kepada Tribun Jambi, Senin (16/3/2026).

Dalam kondisi tersebut, rombongan pemudik juga mengalami kesulitan mendapatkan makanan dan minuman.

Rahmad mengatakan sepanjang jalur yang mereka lewati hampir tidak ada warga yang berjualan makanan maupun air minum.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved