Kamis, 4 Juni 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Layanan Bank Jambi Lumpuh

Tiga Minggu Sudah tanpa Layanan ATM dan M-Banking Bank Jambi

Per Minggu (15/3/2026), tiga minggu sudah nasabah tanpa layanan ATM dan m-banking Bank Jambi.

Tayang:
Penulis: tribunjambi | Editor: Mareza Sutan AJ
Tribunjambi.com/Khusnul Khotimah
GANGGUAN - Sudah tiga minggu layanan ATM dan m-banking Bank Jambi mengalami gangguan dan tidak dapat diakses per Minggu (15/3/2026). 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Per Minggu (15/3/2026), tiga minggu sudah nasabah tanpa layanan ATM dan m-banking Bank Jambi.

Ahad (22/2/2026), layanan perbankan seluler dan anjungan tunai mandiri (ATM) Bank Jambi mengalami gangguan.

Beberapa waktu kemudian, sejumlah nasabah melaporkan kehilangan saldo. Nominalnya bervariasi: jutaan hingga seratusan juta.

Masyarakat, terutama nasabah Bank Jambi, panik. Kantor cabang maupun cabang pembantu dipadati khalayak.

Melalui kuasa hukum Ikhsan Hasibuan, pihak Bank Jambi menduga gangguan ini disebabkan peretas. Sistem mereka dibobol. Uang nasabah banyak yang raib.

"Hacker, kita belum tau juga seperti apanya. Tapi kita lapor soal ITE," ujarnya, saat melayangkan laporan ke Polda Jambi, Februari lalu.

Lima hari berselang (27/2), Bank Jambi memastikan telah mengembalikan uang nasabah yang hilang. Diumumkan di media sosial.

Berdasarkan laporan yang diterima oleh Polda Jambi, kerugian yang dialami Bank Jambi akibat peretasan tersebut diperkirakan mencapai Rp143 miliar dengan jumlah nasabah terdampak sekitar 6.000 orang.

"Hasil laporan mereka nasabahnya 6.000-an dengan kerugian Rp143 miliar. Sambil berjalan ya, kita pastikan lagi," jelas Kombes Pol Taufik Nurmandia, Ditreskrimsus Polda Jambi.

Rp19 Miliar Terdeteksi di Kripto

Hasil penyelidikan sementara, dari total kerugian yang mencapai Rp143 miliar, sekitar Rp19 miliar diketahui telah dialihkan ke mata uang kripto.

Selain itu, sebagian dana yang hilang juga terdeteksi mengalir ke sejumlah rekening di Bank Permata dan Bank Sampoerna.

Gubernur Jambi, Al Haris, mengungkapkan bahwa sebagian dana milik nasabah yang sempat dibobol oleh peretas telah berhasil dilacak.

"Itu terdeteksi ada Rp19 miliar di kripto, kemudian ada juga ke Bank Permata dan Sampoerna," ujar Al Haris, Senin (9/3/2026) malam.

Pemerintah Provinsi Jambi telah meminta Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk segera mengambil langkah guna menarik kembali dana tersebut agar kerugian nasabah dapat diminimalkan.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved