Sabtu, 25 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Warga Jambi Disiksa di Kamboja

Update Korban Loker Scam, Warga Muaro Jambi Tertahan di Imigrasi Kamboja

Seorang warga Sungai Bahar yang ditahan di imigrasi Sihanoukville meminta bantuan pemerintah untuk pulang ke Indonesia.

Istimewa/ Kolase Tribun Jambi
KORBAN SCAM-Seorang warga Sungai Bahar yang ditahan di imigrasi Sihanoukville meminta bantuan pemerintah untuk pulang ke Indonesia. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Belum ada korban loker Scam asal Jambi yang pulang ke Indonesia, pasca pemulangan secara bergilir sejak Senin (16/2/2026) yang lalu.

Hal tersebut disampaikan Korban Loker Scam Asal Jambi, Andri Budi Sanjaya, saat dihubungi Tribunjambi.com via pesan WhatsApp, Sabtu (7/3/2026).

Dia mengatakan, pada Kamis (5/3/2026) sekira 102 orang yang tergabung dari penampungan Senso, penampungan Imigrasi Indonesia-Tiongkok, dan guest (house hotel) berangkat ke Indonesia.

Sebelumnya, Andri menyebut ada 24 korban loker Scam Kamboja dipenampungannya yang berangkat ke Indonesia pada Kamis kemarin.

Mereka berasal dari Medan Pontianak, Jakarta, Bogor Balikpapan dan Manado

Sementara pada Jumat (6/3/2026) sekira 27 korban loker Scam berangkat ke Indonesia.

“27 orang berangkat, ga ada Jambi, dari Medan semua. Hari ini ga ada kayaknya,” katanya.

Dalam percakapan itu, Andri mengaku mendapatkan kabar Warga Jambi yang ditahan di Penjara Imigrasi Kamboja.


Diketahui, Warga tersebut bernama Ananda Rizkiyanto, Beralamat di RT 12 Marga Mulya, Sungai Bahar, Kabupaten Muaro Jambi.

“Mereka bekerja, ditangkap kayaknya sama polisi Kamboja, belum tahu penyebabnya,” ujarnya.

Dia juga mengirimkan video, yang memuat permohonan dari warga Sungai Bahar, Kabupaten Muaro Jambi itu. 

Berikut isi Ananda Rizkiyanto Pernyataan yang Termuat dalam Video yang dikirimkan Andri:

“Halo, assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, perkenalkan saya Ananda Rizkiyanto tinggal di Jambi, Sungai Bahar. Di sini saya membutuhkan bantuan kepada Bapak Gubernur Jambi, Bapak Al-Haris dan jajaran pemerintah Kota Jambi.

Karena saya di sini sudah ditahan 3 bulan di imigrasi Sihanoukville. Saya tidak mampu pulang karena keterbatasan biaya. Saya tidak mampu membeli tiket untuk pulang.

Saya membutuhkan sekali bantuan dari pemerintah Gubernur Jambi dan pemerintah jajaran Jambi. 

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved