Minggu, 10 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Layanan Bank Jambi Lumpuh

Al Haris: ATM dan M-Banking Bank Jambi Belum Bisa Dipakai karena Audit Forensik

Proses kini berada di tahap penanganan kepolisian sehingga verifikasi data nasabah masih menunggu hasil pemeriksaan forensik.

Tayang:
Penulis: tribunjambi | Editor: Mareza Sutan AJ
Tribunjambi.com/Syrillus Krisdianto
AUDIT FORENSIK - Gubernur Jambi, Al Haris menyebut layanan ATM dan perbankan seluler Bank Jambi belum bisa digunakan karena sedang proses audit forensik. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Memasuki hari kelima sejak gangguan akibat dugaan peretasan, layanan Bank Jambi masih belum kembali pulih.

Pada Kamis (26/2/2026), layanan perbankan seluler atau mobile banking maupun mesin ATM di berbagai lokasi di Kota Jambi terpantau belum dapat digunakan.

Seorang pegawai di salah satu kantor cabang yang ditemui Tribun mengaku belum mengetahui kepastian waktu pemulihan sistem yang bermasalah sejak Minggu (22/2).

Ia juga tidak dapat memastikan apakah nasabah nantinya harus melakukan verifikasi ulang layanan e-banking atau tidak setelah sistem pulih.

"Saya tidak berani ngomong," ujarnya Kamis (26/2).

Terkait itu, Gubernur Jambi Al Haris menyebut gangguan tersebut sebagai insiden siber sehingga penanganannya kini melibatkan Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, PPATK, serta kepolisian.

Sebagai langkah awal, Bank Indonesia memutus sementara akses ATM dan mobile banking Bank Jambi.

"Untuk ATM dan mobil mobile banking, belum bisa digunakan sementara waktu ya. Kenapa? Karena sedang diadakan audit forensik,” katanya usai rapat umum tahunan dan RUPS luar biasa PT Bank Pembangunan Daerah Jambi di Gedung Mahligai Bank Jambi, Rabu (25/2) malam.

Ia menjelaskan audit forensik dilakukan guna menelusuri pihak-pihak yang terlibat serta aliran dana yang terjadi.

“Alhamdulillah, untuk transaksi berikutnya tidak ada masalah. Ya, tidak ada masalah. Sampai hari ini masih boleh mengambil uang di Bank Jambi, hanya tidak melalui ATM,” tuturnya.

Al Haris menambahkan pihaknya terus berkoordinasi dengan Bank Indonesia agar layanan ATM dan perbankan digital dapat segera diaktifkan kembali.

“Ya, kalau istilah orang kalau korslet kabel satu, kan ini Bank Indonesia lagi coba. Kabel satu diputuskan mungkin dibuka kabel lain untuk tetap jalan ATM kita.

"Ini yang kita lagi coba dengan Bank Indonesia dikomunikasikan,” jelasnya.

“Kenapa? Karena Otorisasi ini tentu banyak pihak yang akan dicek oleh Bank Indonesia. Vendornya juga dicek, kemudian semua dicek,” lanjutnya.

Ia memastikan gangguan tersebut tidak berdampak pada pembayaran gaji ASN.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved