Selasa, 14 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Layanan Bank Jambi Lumpuh

Pengamat Minta Bank Jambi Benahi Sistem Usai Dugaan Peretasan

Rio Yusri Maulana menilai gangguan sistem Bank Jambi harus dijawab dengan pembenahan total demi menjaga kepercayaan publik.

Istimewa/ Kolase Tribun Jambi
PENGAMAT UNJA - Dosen Jurusan Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNJA sekaligus Ketua Jurusan Jurusan Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNJA, Rio Yusri Maulana, S.IP., M.I.Pol., Ph.D. Rio menyoroti dampak gangguan layanan bank terhadap arus kas dan pelayanan pemerintahan di Jambi. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Dugaan peretasan sistem di Bank Jambi yang terjadi lima hari lalu dinilai harus dilihat dari berbagai aspek, meskipun pihak bank telah melaporkan kasus tersebut ke Polda Jambi.

Pandangan itu disampaikan pengamat kebijakan pemerintahan, Rio Yusri Maulana Ph.D., saat dihubungi Tribunjambi.com melalui sambungan telepon WhatsApp, Kamis (26/2/2026).

Rio mengatakan, berdasarkan informasi yang beredar, insiden tersebut diduga melibatkan upaya peretasan terhadap sistem perbankan, yang kemudian berimbas pada terganggunya layanan dan terjadinya perpindahan saldo nasabah.

Dosen Ilmu Pemerintahan UNJA itu menilai, Bank Jambi seharusnya memiliki lapisan pengamanan yang kuat untuk menjaga kepercayaan publik bahwa penyimpanan maupun investasi di bank tersebut aman.

“Perspektif pemerintah juga perlu diperhatikan karena pengguna Bank Jambi adalah seluruh pemerintah kabupaten/kota dan Pemerintah Provinsi Jambi,” ujarnya.

Rio mengingatkan agar gangguan ini tidak menghambat pelayanan ke ASN maupun kegiatan pemerintahan. Ia menilai Bank Jambi merupakan pemasok utama arus kas bagi berbagai proyek pemerintah di Provinsi Jambi.

“Itu perlu dicatat. Pemerintah daerah yang terdampak harus memberikan kepastian dan mengambil langkah penting agar kegiatan pemerintahan tidak ikut terpengaruh,” katanya.

Dari aspek tata kelola pemerintahan, ia menegaskan bahwa Bank Jambi memiliki nilai lokal yang dijamin oleh para pemegang saham yang terdiri dari kepala daerah. Karena itu, bank harus menunjukkan profesionalisme pelayanan.

Menurutnya, tidak ada alasan bagi perbankan untuk abai terhadap ancaman siber. “Dengan semakin canggihnya sistem peretasan, bank-bank himbara berbenah. Semua perbankan berbenah,” jelasnya.

Ia menambahkan, pembenahan bukan sebatas menjawab masalah saat ini, tetapi harus menjadi respons terhadap kebutuhan masa depan.

“Kita mesti bisa memprediksi kebutuhan dan ancaman di masa mendatang, bukan hanya menciptakan inovasi untuk menyelesaikan masalah yang sudah terjadi,” katanya.

Terkait kepanikan masyarakat, Rio menilai reaksi nasabah yang menarik uang mereka merupakan hal wajar. Kekhawatiran itu muncul karena kondisi layanan belum pulih.

“Bagi saya itu reaksi normal, mungkin masyarakat khawatir penanganannya lama, atau yang belum terdampak justru ikut terdampak,” ujarnya.

Namun Rio mengapresiasi langkah Bank Jambi yang segera memberikan pernyataan resmi untuk menenangkan masyarakat, terutama karena kebutuhan keuangan meningkat menjelang puasa dan Hari Raya.

Ia mengingatkan, penyelesaian masalah tidak boleh berlarut-larut jika Bank Jambi ingin mempertahankan kepercayaan publik.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved