Minggu, 26 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Warga Jambi Disiksa di Kamboja

Update Pemulangan Warga Jambi di Kamboja: BP3MI Tunggu Ijin Keluar

Saat ini 12 Warga Jambi di Kamboja sedang menunggu antrian untuk dipulangkan ke Indonesia.

Tribunjambi.com
PEMULANGAN - Saat ini Warga Jambi di Kamboja sedang menunggu antrian untuk dipulangkan ke Indonesia. BP3MI Riau menyebut saat ini mereka dalam proses pemulangan menunggu surat ijin keluar. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Riau, Fanny Wahyu Kurniawan menanggapi kabar belasan warga Jambi yang masih tertahan di Kamboja.

Wilayah Provinsi Jambi berada di bawah koordinasi BP3MI Riau, sehingga pemulangan warga Jambi di Kamboja ada pada kewenangannya.

Fanny mengatakan, pihaknya telah mendapat info terkait warga Jambi yang viral dan minta dipulangkan, sebab mereka saat ini berada di  penampungan (shelter).

Namun, pihaknya hanya mendapatkan data dua WNI asal Jambi yang berada di penampungan Kamboja.

Data itu didapatkan hasil dari koordinasi dengan pemerintah provinsi Jambi. Data itu sudah difollow up melalui Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Jambi.

Sehingga, pihaknya akan mencari informasi 10 WNI asal jambi lainnya. 

“Jadi, kalau memang 12 ini ya nanti cuma kami cross check. Tapi untuk yang dua ini, saat ini memang berada di shelter,” katanya, saat dihubungi Tribunjambi.com via telepon WhatsApp, Rabu (25/2/2026).

Dia menuturkan saat ini ada sekitar 2000 WNI yang berada di Penampungan Kamboja, termasuk WNI asal Riau dan Jambi.

Fanny menjelaskan, pihaknya telah bersurat melalui perwakilan KP2MI terkait kasus tersebut.

Pihaknya juga mendapat informasi dari KBRI, bahwa saat ini para WNI di Kamboja sedang menunggu antrian untuk dipulangkan.

“Teman-teman di Pemerintah Provinsi Jambi juga sudah kami koordinasi melalui Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jambi, bahwasanya mereka sanggup untuk membiayai dua orang kepulangan ke daerah asal,” jelasnya.

“Hanya saja masih menunggu info dari perwakilan kapan untuk bisa dipulangkan karena harus menunggu akses permit-nya dulu baru nanti akan dibiayai oleh pemerintah daerah,” lanjutnya.

Dia menerangkan, pihaknya juga telah bersurat ke pemerintah pusat agar kasus itu diselesaikan secara bilateral, birokrasi, beradministrasi.

Hal itu bertujuan agar para korban loker scam di Kamboja bisa dipulangkan melalui penelusuran.

Namun, pihaknya juga masih menunggu exit permit, karena semua masuk dalam antrian. 

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved