Kamis, 9 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Warga Jambi Disiksa di Kamboja

Begini Kondisi WNI yang Jadi Korban Scam di Kamboja saat Ramadan

Andri korban loker scam di Kamboja mengungkap suasana ibadah puasa di penampungan para WNI.

|
Tribunjambi.com/Istimewa
MENU BERBUKA PUASA - Korban TPPO saat menyambut menu berbuka puasa yang diantar ke penampungan pada Kamis (19/2/2026). Mereka makan menu buka puasa seadanya. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Andri Budi Sanjaya, warga Jambi yang menjadi korban loker scam di Kamboja mengungkap suasana ibadah puasa di penampungan.

Andri membagikan suasana para WNI yang menjalankan salat tarawih pada Jumat (20/2/2026).

Dalam video itu, tampak beberapa pengungsi melaksanakan salat, sementara yang lain beristirahat. Koper-koper milik para pengungsi tampak berada di area penampungan.

Dia juga membagikan video sahur hari ini di tempat penampungan.

Dalam rekaman itu, para korban duduk mengelilingi makanan sahur yang disediakan. 

Beberapa di antaranya menyiapkan makanan dan minuman, lalu membagikannya kepada korban lainnya. Suara azan terdengar dalam video tersebut.

“Kami sahur dengan uang sumbangan dan donasi yang dikumpulkan. Ada dari KBRI, ada dari pemerintah juga, ada dari teman-teman di sini,” pungkasnya.

Kondisi WNI di Kamboja

Menurutnya, perusahaan itu memiliki 20 gedung dengan luas sekitar 1,2 hektare, dilengkapi pagar setinggi kurang lebih 5 meter dan dijaga sekitar 70 hingga 100 orang penjaga.

“Ya, kalau di Indonesia di Jambi mungkin sekitar ruko-ruko 4 tingkat lah gitu,” katanya saat dihubungi Tribunjambi.com melalui WhatsApp, Sabtu (21/2/2026).

Dia menuturkan, para penjaga dilengkapi alat setrum, sehingga menurutnya kecil kemungkinan pekerja bisa kabur dari gedung tersebut.

“Di sini dijaga, bayangin lah, di gedung itu 20 gedung, temboknya pagarnya itu 5 m, yang jaga sampai 100 orang. Pakai setrum semua. Mau lari ke mana coba? Mau mati yang ada,” tuturnya.

“Enggak ada perusahaan scam itu yang bisa keluar gedung itu, enggak ada. Paling seputaran gedung itulah,” lanjutnya.

Andri menjelaskan, KBRI merupakan sarana untuk melarikan diri, namun bukan untuk melaporkan.

“KBRI memang sarana tepat untuk pelarian, tapi bukan untuk melaporkan. Mati juga kalau ketahuan (melapor dan melarikan diri), dua orang ditembak mati depan aku,” jelasnya.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved