Sabtu, 25 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Warga Jambi Disiksa di Kamboja

Hendri Ungkap Kisah TPPO oleh Keluarga, Korban Terjebak di Kamboja

Korban loker scam di Kamboja menerima bantuan logistik dari KBRI, sementara seorang korban mengungkap kisah pilu dijual oleh keluarga sendiri.

Istimewa/ Kolase Tribun Jambi/Syrillus Krisdianto
KORBAN TPPO- Hendri (berada di sebelah kanan Andri), mengaku terjebak di Kamboja akibat menjadi korban TPPO. Hal tersebut disampaikan Andri Budi Sanjaya saat dihubungi Tribunjambi.com melalui pesan WhatsApp, Sabtu (21/2/2026). 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Para korban scam di Kamboja kembali menerima bantuan logistik dari KBRI Kamboja.

Bantuan yang diberikan mencakup kebutuhan dasar seperti sabun dan obat-obatan.

 Hal tersebut disampaikan Andri Budi Sanjaya saat dihubungi Tribunjambi.com melalui pesan WhatsApp, Sabtu (21/2/2026).

Andri turut membagikan rekaman video yang memperlihatkan suasana kedatangan bantuan logistik tersebut.

Dalam video itu, tampak para pengungsi menurunkan dan memindahkan sejumlah kardus dari bagasi mobil milik KBRI. 

Kardus-kardus tersebut berisi sabun serta berbagai jenis obat-obatan.

Seorang petugas KBRI yang terlihat dalam video itu juga mengonfirmasi keberadaan obat-obatan di dalam paket bantuan tersebut. “Ada,” ujarnya singkat ketika ditanya Andri.

Selain bantuan logistik, hidangan berbuka puasa juga telah tiba di lokasi penampungan.

Andri mengirimkan foto kepada Tribunjambi.com yang memperlihatkan makanan berbuka berupa nasi dan ikan goreng yang dikemas rapi dalam wadah plastik sekali pakai.

Tidak hanya itu, Andri juga membagikan kisah pilu seorang pengungsi asal Medan melalui video singkat.

Pengungsi bernama Hendri tersebut mengaku menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) akibat dijual oleh adik kandung dan keponakannya sendiri. 

Menurut Andri, adik Hendri saat ini masih berada di Kamboja dan menjadi salah satu leader perusahaan scam.

“Teman saya dari Medan itu cerita, adik kandungnya sama ponakannya sendiri yang jual dia ke Kamboja ini.

Adik kandungnya masih di Kamboja, jadi leader perusahaan scam. Ngilu saya dengar ceritanya malam tadi,” ungkap Andri.

Hendri menyatakan bersedia untuk diwawancarai terkait kejadian yang menimpanya. Dalam video tersebut, Andri menegaskan bahwa Hendri, selaku korban TPPO, ingin menyampaikan kesaksian tentang bagaimana adiknya sendiri terlibat dalam penjualan dirinya.

Baca juga: Warga Jambi Korban Loker Scam Ungkap Ketatnya Penjagaan di Kamboja

Baca juga: Kami Sahur Pakai Nasi Sisa Tadi Malam, Kisah Warga Jambi Korban Scam di Kamboja 

 

 

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved