Berita Jambi
Belajar dari Medsos, Dua Saudara Kembar di Jambi Rintis Lapak Matcha dan Kopi Jalanan
Dua saudara kembar di Jambi merintis usaha matcha dan kopi jalanan dengan belajar secara otodidak dari media sosial.
Penulis: Syrillus Krisdianto | Editor: Heri Prihartono
Ringkasan Berita:Dua saudara kembar di Jambi merintis usaha matcha dan kopi jalanan dengan belajar secara otodidak dari media sosial.Akbar dan Faril membuka lapak di CFD dan kawasan Kota Baru menggunakan alat manual serta modal awal sekitar Rp20 juta.
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Di tengah keramaian Car Free Day (CFD) dan Kick Off Piala Dunia 2026 di Lapangan Garuda Jambi, dua saudara kembar terlihat sibuk meracik minuman matcha dan kopi dengan peralatan manual di lapak sederhana milik mereka.
Dua pemuda tersebut bernama Akbar dan Faril, yang kini merintis usaha minuman jalanan bernama “Matchae x Coffee Street” menggunakan tenda kecil, meja kayu, serta alat pembuat kopi dan matcha.
Mereka membagi tugas selama berjualan, di mana Akbar bertanggung jawab meracik minuman matcha serta menyiapkan susu kental manis dan susu cair, sementara Faril menyeduh air panas dan menyiapkan kopi.
Keduanya sesekali bertukar tugas saat jumlah pesanan meningkat, terutama pada akhir pekan.
Lapak tersebut menyajikan beragam menu seperti es matcha, americano, spanish latte, butterscotch, dan varian kopi lainnya yang mereka racik secara manual.
Di atas meja tampak alat pengocok matcha, penggiling kopi elektrik, pengocok susu elektrik, sirup aneka rasa, susu cair, SKM, beans kopi, wadah minuman, hingga daftar menu.
Salah satu alat yang mencuri perhatian adalah Manuso, alat press espresso manual dengan satu tuas tangan, yang berbeda dari Rockpresso umumnya.
Akbar mengatakan kawasan Lapangan Garuda dipilih karena menjadi pusat kuliner setiap akhir pekan dan selalu ramai pengunjung.
Selain di lokasi itu, setiap hari Akbar dan Faril membuka lapak di kawasan Kota Baru, tepatnya di depan laboratorium Poltekkes.
Mereka memulai usaha sejak akhir Juni 2025, atau sekitar tujuh bulan terakhir.
Modal yang mereka keluarkan untuk memulai usaha mencapai sekitar Rp20 juta, ditambah modal khusus untuk varian matcha sebesar Rp6 juta.
Faril menambahkan bahwa hari Minggu selalu menjadi waktu terpadat karena banyak warga berolahraga pada pagi hari.
Menurutnya, lapak mereka ramai pada malam Minggu dan Minggu pagi, khususnya saat jumlah pengunjung meningkat.
Keduanya mengakui tantangan utama saat berjualan adalah proses pembuatan kopi yang sepenuhnya manual dan membutuhkan waktu lebih lama ketika pesanan membludak.
Untuk minuman matcha, mereka menyebut prosesnya lebih mudah dan tidak banyak kendala.
| Ular Sanca 6 Meter vs 8 Orang di Arab Melayu Kota Jambi, Warga Kaget |
|
|---|
| Hesti Haris Komitmen TP-PKK Jambi Bantu Sejahterakan Warga Lewat Pojok Berkah |
|
|---|
| Tunggu Persetujuan Pusat, Pemprov Jambi Pastikan Anggaran TPP ASN Tersedia |
|
|---|
| 10 Tahun Buron, Dadang Saputra Terpidana Pencabulan Ditangkap Kejati Jambi |
|
|---|
| Kronologi Penggelapan Oknum Protokoler Setda Pemprov Jambi, Korban Rugi Rp310 Juta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Saudara-Kembar-pelaku-UMKM.jpg)