Permukaan Air Danau Kerinci Turun
Tinggi Muka Air Danau Kerinci Turun 2 Meter, Ahli UGM Paparkan Analisis Penyebabnya
Reporter Tribun Jambi menyusuri pinggiran Danau Kerinci. Terlihat air sudah menjauh dari bibir danau.
"Itu kalau saya perkirakan 2 meteran turun airnya. Batangnya garis itu normalnya, sekarang sampai itu batu-batu tampak"
Asep
Petani Sekitar Danau Kerinci
TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Tanah dan batu-batu terlihat, tanaman-tanaman air berserakan di tanah, keramba-keramba dari bambu rusak. Penampakan itu yang terlihat seminggu terakhir, saat permukaan air Danau Kerinci mengalami penyusunan drastis.
Kondisi danau yang terletak di kaki Gunung Rayo, Kabupaten Kerinci, itu berbeda jauh beberapa hari terakhir.
Reporter Tribun Jambi menyusuri pinggiran Danau Kerinci pada Sabtu-Senin (24-26/1/2026).
Terlihat air sudah menjauh dari bibir danau yang berketinggian 783 meter di atas permukaan laut (MDPL) tersebut. Garis batas tinggi permukaan air saat hari normal terlihat jelas, bagian atas kering berwarna lebih terang, sementara bagian bawah masih lembab karena berlumut dan berwarna lebih gelap.
Penurunan tinggi permukaan air, jika diukur dari batas permukaan air saat hari normal dibandingkan kondisi saat ini mencapai 2 meter.
Di bagian timur danau seluas 4.200 hektare ini, di dekat pintu keluar, permukaan air sudah berada di bawah undakan paling bawah turap terasering. Padahal, menurut warga sekitar, pada hari-hari biasa air sampai pada batas.
Sementara itu, di bagian barat danau, kondisi pun serupa. Tanaman air berserakan di dasar akibat air surut. Penurunan permukaan air terlihat jelas dari penampakan batas antara bagian kering yang berwarna terang dan bagian bekas air yang berwarna gelap.
"Itu kalau saya perkirakan 2 meteran turun airnya. Batangnya garis itu normalnya, sekarang sampai itu batu-batu tampak," ujar Asep, warga sekitar Danau Kerinci, sembari mengarahkan telunjuknya ke bagian danau yang kerin.
Penuturan Asep, saat hari normal, permukaan air Danau Kerinci mencapai undakan ke empat dari turap terasering.
"Biasanya tersisa satu anak tangga kalau normal. Kalau musim penghujan tangganya malah hilang dan sering banjir di sana," lanjutnya.
Dalam sepengetahuannya, ada banyak area yang sebelumnya digenangi air, kini kering, terlihat dasarnya.
"Ini terjadi sudah beberapa hari, belum tahu sudah dicek belum penyebabnya," lanjutnya.
Penuturan senada diungkapkan Ningdiah, warga sekitar Danau Kerinci. Dalam sepengetahuannya, penurunan tinggi permukaan air ini yang paling parah dalam 30 tahun terakhir.
Sebagai warga yang setiap hari beraktivias di kawasan tersebut, Ning mengetahui benar kondisi tanah kelahirannya.
"Belum pernah kejadian kayak gini selama saya hidup di sini. Yang ada airnya meluap," ujarnya.
Eksklusif
Multiangle
Meaningful
Danau Kerinci
tinggi muka air
Kabupaten Kerinci
Jambi
PLTA
PT KMH
liputan khusus
| 6 Fakta Danau Kerinci Susut 70 Hektare, Ancaman di Jambi Wilayah Barat |
|
|---|
| Danau Kerinci yang Meluap pada 2024 justru Menyusut 70 Hektare Tahun 2026 |
|
|---|
| Mata Pencaharian Warga Bisa Hilang Kalau Debit Air Danau Kerinci Terus Menyusut |
|
|---|
| Warga Kerinci Mengadu ke Dewan, Sederet Dampak Air Danau Kerinci Susut Drastis |
|
|---|
| Gubernur Jambi Sebut Tarikan Arus Turbin PLTA Picu Pendangkalan Lumpur di Danau Kerinci |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/AIR-SUSUT-DRASTIS-Penampakan-permukaan-air-Danau-Kerinci-surut.jpg)