Senin, 20 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Cuaca Jambi

Dua Nelayan Tanjabtim Hilang dan Kapal Barang di Tanjabbar Karam Dihantam Ombak

Dua nelayan udang asal Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, dilaporkan tidak dapat dihubungi saat melaut di perairan Mendahara, Tanjabtim

Penulis: tribunjambi | Editor: Mareza Sutan AJ
Tribunjambi.com/Srituti Apriliani Putri
PENCARIAN - Tim SAR melakukan pencarian terhadap dua nelayan udang yang dilaporkan hilang pada Kamis (8/1/2026). Di perairan Tanjabbar, kapal barang karam dihantam ombak. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Cuaca ekstrem berupa hujan berintesitas tinggi dan angin masih berpotensi terjadi di Provinsi Jambi.

Di daerah pesisir, seperti Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur, gelombang tinggi juga terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Dua nelayan udang asal Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, dilaporkan tidak dapat dihubungi saat melaut di perairan Mendahara, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Hingga Kamis (8/1/2026), keduanya belum kembali ke daratan dan masih dalam pencarian tim SAR gabungan.

Informasi yang diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Jambi menyebutkan, kedua nelayan tersebut berangkat melaut pada Rabu (7/1/2026) sekitar pukul 09.00 WIB dan dijadwalkan kembali sekitar pukul 17.00 WIB di hari yang sama.

Namun hingga malam, keduanya tak kunjung pulang dan upaya keluarga untuk menghubungi mereka tidak berhasil.

Kekhawatiran keluarga pun meningkat hingga akhirnya melaporkan kejadian itu ke Kantor SAR Jambi pada Kamis (8/1) sekitar pukul 13.00 WIB.

Lokasi terakhir kedua nelayan diperkirakan berada di perairan Mendahara, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

"Jarak lokasi tersebut sekitar 18,65 nautical mile (mil) dari Unit Siaga SAR Kuala Tungkal," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jambi, Adah Sudarsa.

Saat peristiwa terjadi, kondisi cuaca di perairan tersebut dilaporkan hujan ringan.

“Setelah menerima laporan dari keluarga korban, kami segera mengerahkan satu SRU dengan enam personel dari Unit Siaga SAR Kuala Tungkal menuju lokasi kejadian,” ujarnya.

Adah menjelaskan, proses pencarian difokuskan di sekitar titik terakhir korban diduga melaut serta area perairan yang memungkinkan terdampak arus laut.

“Pencarian dilakukan dengan penyisiran menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) dan peralatan navigasi.

"Kami juga berkoordinasi dengan unsur terkait untuk memperluas area pencarian,” katanya.

Hingga Kamis sore, dua nelayan yang masih dalam pencarian diketahui bernama M Yunani (64) dan Junaidi (27).

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved