Berita Jambi
1.900 Pengangguran Baru, BPS Catat Buruh Jadi Status Pekerjaan Terbanyak di Jambi
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran di Provinsi Jambi pada Februari 2025 mencapai 84 ribu orang
Penulis: Srituti Apriliani Putri | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran di Provinsi Jambi pada Februari 2025 mencapai 84 ribu orang.
Angka ini meningkat sekitar 1.900 orang atau 0,03 persen dibandingkan Februari 2024.
Dengan demikian, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Jambi berada di posisi 4,48 persen.
Kepala BPS Provinsi Jambi, Agus Sudibyo, menjelaskan bahwa sektor pertanian dan perdagangan menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di Jambi.
Jika dilihat dari latar belakang pendidikan, kedua sektor ini banyak menyerap pekerja lulusan SD dan SMP.
“Lapangan kerja di bidang pertanian masih paling luas.
Sementara lulusan S1 lebih banyak bekerja di bidang administrasi pemerintahan, pendidikan, dan lainnya,” kata Agus, Senin (20/10/2025).
Agus menambahkan, status pekerjaan di Jambi didominasi oleh buruh atau karyawan.
Jika diurutkan berdasarkan tingkat pendidikan, pengangguran terbanyak berasal dari lulusan SMA (7,42 persen), diikuti SMK (6,86 persen), S1 (6,12 persen), D1–D3 (2,4 persen), SD (2,01 persen), dan SMP (1,81 persen).
Data ini akan diperbarui kembali pada November 2025 mendatang.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jambi, Akhmad Bestari, mengatakan pihaknya terus berupaya meningkatkan penyerapan tenaga kerja di daerah.
Salah satunya melalui program Magang Nasional dari pemerintah pusat yang menyasar lulusan D1 hingga S1 yang baru lulus kurang dari satu tahun.
Selain itu, Disnakertrans juga rutin menggelar pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) di berbagai bidang, seperti pertanian, jasa, dan sektor lain yang diminati masyarakat.
“Program magang ke Jepang juga masih berjalan.
Saat ini, ada 43 warga Jambi yang sedang dalam proses pemberangkatan,” ungkap Bestari.
Ia menambahkan, kuota magang ke Jepang bersifat terbuka dengan jenjang pendidikan minimal SMA dan batasan usia tertentu.
“Peserta akan menjalani magang selama tiga tahun di perusahaan Jepang,” tutupnya.
| Penjelasan Pakar Ekonomi Unja soal Daya Beli Turun di Jambi meski Harga Stabil |
|
|---|
| Kadis Kominfo Jambi: AI Tingkatkan Efisiensi Humas, tetapi Tetap Perlu Kendali Manusia |
|
|---|
| Nasib Warga Kota Jambi Kini Bayar Iuran Sampah hingga Rp45 Ribu per Bulan Imbas TPS Ditutup |
|
|---|
| Cara Daftar Sunat Gratis di Puskesmas se-Kota Jambi |
|
|---|
| Penjelasan Dinas PUTR Provinsi Jambi soal Pengadaan Tanah 2024 dan Selisih Anggaran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Kepala-BPS-Jambi-Agus-Sudibyo3452234.jpg)