Kamis, 7 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Kriminalitas di Pasar Angso Duo

Cemburu dan Pembuntutan sebelum Penikaman di Pasar Angso Duo Dini Hari Tadi

Y menikam T di Blok A Pasar Angso Duo Jambi, Selasa (14/10/2025), sekitar pukul 02.30 WIB. Peristiwa berdarah itu terjadi diduga karena cemburu.

Tayang:
Penulis: tribunjambi | Editor: Mareza Sutan AJ
Tribunjambi.com/Syirillus Krisdianto
PENIKAMAN DI ANGSO DUO - Suasana Pasar Angso Duo Kota Jambi pada Selasa (14/10/2025) setelah penikaman dini hari tadi. Inset: pelaku penikaman di Pasar Angso Duo. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pasar Angso Duo Kota Jambi kembali menjadi lokasi tindak kekerasan berdarah. Kasus terbaru terjadi di Blok A, Selasa (14/10/2025) dini hari, sekitar pukul 02.30 WIB, dan menewaskan seorang pria berinisial T, warga Kumpeh.

Pelaku yang juga berasal dari Kecamatan Kumpeh diketahui berinisial Y.

Menurut keterangan petugas parkir bernama Jon, baik korban maupun pelaku bukan pedagang di pasar tersebut.

“Awalnya korban bersama seorang wanita datang ke pasar. Saat keluar toilet, korban ditikam. Sepertinya pelaku sudah menunggu korban di kawasan itu,” katanya.

Jon menjelaskan, korban menderita luka tikam di beberapa bagian tubuh, termasuk dada dan mata.

Ia tergeletak tak berdaya di dekat musala pasar selama hampir setengah jam.

“Warga tidak berani menolong. Tapi dengar-dengar kabar,” ujarnya.

Berbagai kabar beredar menyebutkan bahwa aksi penikaman itu dilatarbelakangi masalah rumah tangga dan dugaan perselingkuhan.

“Dengar kabar, pelaku itu suami dari wanita yang dibawa korban ke pasar.

"Dia tidak terima istrinya dibawa korban. Tapi belum tahu benar tidaknya,” tutur Jon.

Usai kejadian, pelaku dikabarkan menyerahkan diri ke Polsek Telanaipura Kota Jambi.

“Setelah kejadian itu, kabarnya pelaku menyerahkan diri ke Polsek Telanaipura Kota Jambi,” tambah Jon.

Sejumlah warga juga memberikan keterangan serupa, bahwa peristiwa berdarah itu dipicu persoalan asmara.

“Memang tadi malam ada yang ribut di sini. Terus dia (pelaku) bilang ‘dia ini istri aku, dia selingkuh’, sambil nunjuk ke korban,” kata salah seorang warga.

Menurut saksi itu, pelaku menusuk korban di bagian kepala dan dada.

“Saya masih sempat lihat pisaunya nancep di bagian dada,” ujarnya.

Pelaku Diduga Sudah Membuntuti Korban

Dari hasil penyelidikan sementara, pelaku disebut telah lama mencurigai adanya hubungan khusus antara istrinya dan korban.

Malam kejadian, ia diduga mengikuti keduanya hingga ke toilet umum pasar.

Baik korban maupun pelaku sama-sama berasal dari Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi.

Istri pelaku dikabarkan sering menumpang kepada korban saat berbelanja.

Ketika pelaku mendapati istrinya bersama korban di area toilet, pertengkaran pun pecah dan berakhir tragis.

Kepala Pasar Angso Duo, Purnomo, menegaskan bahwa keduanya bukan pedagang pasar.

“Memang informasi anggota kita di lapangan, korban dan istri pelaku sudah dicurigai oleh pelaku, kemudian dia buntuti mulai dari luar pasar,” jelasnya.

Ia menambahkan, kejadian itu murni persoalan pribadi yang terbawa ke area publik.

“Memang ada kegiatan mereka di dekat toilet,” tambahnya.

Kapolsek Telanaipura, AKP Reza Fahlevi, membenarkan korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Jambi, namun nyawanya tidak tertolong.

“Benar, korban sempat dibawa ke RS Bhayangkara, dan sesampainya di sana dinyatakan meninggal dunia. Pelaku sudah menyerahkan diri dan telah ditahan di polsek,” ujarnya.

Menurut Reza, motif kuat di balik penikaman ini adalah rasa cemburu.

“Dugaan sementara, ada motif cemburu karena korban selingkuh dengan istri pelaku,” jelasnya.

Rangkaian Kasus Kekerasan di Pasar Angso Duo

Pasar Angso Duo bukan kali pertama menjadi lokasi tindak kriminal.

Sebelumnya, serangkaian kasus serupa telah terjadi — mulai dari perampokan hingga penikaman.

Pada Jumat (13/12/2024), seorang karyawan toko telur mengalami luka parah setelah ditikam perampok yang membawa kabur uang setoran sebesar Rp31 juta.

Lalu, pada Kamis (1/5/2025), seorang penagih utang tewas ditikam akibat emosi pelaku yang tersulut kata-kata kasar.

Tak berhenti di situ, Senin (8/9/2025) dini hari, dua pedagang juga menjadi korban penikaman dalam upaya perampokan. Kedua korban luka-luka dan harus dirawat di rumah sakit.

Rasa Cemas Pedagang Meningkat

Para pedagang mengaku khawatir dengan seringnya terjadi aksi kekerasan di pasar tersebut.

Seorang pedagang, AN, mengatakan kejadian-kejadian itu menimbulkan rasa takut.

“Takut ya takut,” katanya.

Menurutnya, beberapa insiden bermula dari pertengkaran antara pedagang dan kelompok preman yang kerap berkeliaran.

“Dulu itu kan ada juga kejadian yang pedagang telur yang sebelum mamang pempek. Di lorong depan itu,” ceritanya.

Banyak pedagang menilai sebagian pelaku sudah dikenal dan bahkan diduga menggunakan narkotika.

“Yang malam itu kan mau ngambil uang hasil dagangan. Berapo lah duit tu, sampai nekat. Mungkin makek. Kadang jugo ikan teri gitu hilang,” ujar seorang pedagang lainnya.

Keamanan Pasar Perlu Ditingkatkan

Petugas parkir Blok A, Sayon, menyebut sepanjang tahun ini sudah terjadi lebih dari tiga kali penikaman di Pasar Angso Duo.

“Dalam tahun ini lebih tiga kali kejadian. Kejadiannya di kios ikan dan pintu masuk pasar,” katanya, Selasa (14/10).

Ia menambahkan, penyebabnya beragam, mulai dari penjambretan, perebutan lahan parkir, hingga masalah tempat berdagang.

“Kalau penikaman dekat kios ikan itu awalnya penjambretan sekaligus penikaman, dilakukan dua pelaku.

"Kalau di kawasan pintu masuk pasar, karena masalah lahan parkir dan dagangan,” ujarnya.

Warga berharap pengelola pasar dan aparat memasang lebih banyak kamera pengawas.

“CCTV di sini tidak semuanya menyala. Agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” harap Sayon.

Hal serupa disampaikan Rian, warga sekitar, yang mengaku sempat menyaksikan peristiwa serupa sebulan sebelumnya.

“Penikaman itu terjadi, sekira sebulan yang lalu, saat itu hujan,” katanya.

“Waswas juga akibat insiden itu, apalagi kalau malam kawasan Blok A sepi,” lanjutnya.

Rian berharap pengamanan di kawasan pasar ditingkatkan.

“Harapannya sarana keamanan di pasar ini ditingkatkan, seperti pos polisi, agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” ujarnya.

Kronologi Kejadian versi Pelapor

Kapolsek Telanaipura, AKP Reza Fahlevi, memaparkan kronologi lengkap insiden tersebut.

“Berdasarkan keterangan dari pelapor sekaligus anak korban, dia diberitahu oleh salah satu penumpang yang mendapatkan telepon dari wanita berinisial DA,” katanya.

Telepon itu memberi tahu bahwa korban tengah berkelahi di kawasan Blok Ikan.

“Sehingga pelapor langsung menuju ke lokasi. Sesampainya di lokasi, pelapor melihat ada kerumunan warga di TKP,” tuturnya.

Korban sempat dibonceng seorang pria tak dikenal dengan posisi di tengah dan DA di belakang.

“Pelapor melihat korban telah dibonceng di atas sepeda motor yang dikendarai oleh seorang laki-laki tidak dikenal dengan posisi korban di tengah dan DA di belakangnya,” jelas Reza.

Setibanya di Rumah Sakit Bhayangkara, korban dinyatakan meninggal dunia.

“Selanjutnya, pelapor diantar oleh orang lain juga ikut menuju ke Rumah Sakit Bhayangkara, setibanya di rumah sakit korban dinyatakan telah meninggal dunia,” terangnya.

Korban diketahui berinisial T (44), warga Kelurahan Tanjung, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi, sementara pelaku Y (36) berasal dari desa yang sama.

 

Baca juga: Ulungnya Dede si Perampok Pajero di Talang Bakung: Minumnya Oli, Licin, Pintar Ngomong

Baca juga: Empat Anak Kehilangan Ibu usai ASN Bunuh Istri di Kamar Kos Siang Bolong

Baca juga: Pria tanpa Busana Lompat dari Lantai 10 usai Ditolak Bercinta Dini Hari Tadi

Baca juga: Mobil 10 Kali Isi Bensin Rp2 Juta lalu Kebakaran dan Empat Ledakan Terjadi di SPBU

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved