Senin, 8 Juni 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Demo di Jambi Ricuh

CFD Gubernuran Jambi Terasa Sepi, Warga Cemas Pasca Aksi Demo

Suasana Car Free Day (CFD) di kawasan Gubernuran Jambi pada Minggu (31/8/2025) terpantau sepi. Sepinya aktivitas ini diduga dipicu kekhawatiran

Tayang:
Penulis: Khusnul Khotimah | Editor: Nurlailis
Tribunjambi.com/ Khusnul Khotimah
CFD - Suasana Car Free Day (CFD) di kawasan Gubernuran Jambi pada Minggu (31/8/2025) terpantau sepi. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Suasana Car Free Day (CFD) di kawasan Gubernuran Jambi pada Minggu (31/8/2025) terpantau sepi.

Sepinya aktivitas ini diduga dipicu kekhawatiran warga pasca aksi demonstrasi yang sempat berlangsung ricuh beberapa hari lalu.

Pengunjung CFD, Salsabila Ahlina (24), yang mengatakan kerap mengisi waktu libur di kawasan Gubernuran.

Baca juga: Ketua LAM Jambi Serukan Kedamaian Terkait Aksi Demo yang Ricuh

Ia menyampaikan bahwa biasanya suasana di lokasi tersebut sangat padat dan ramai. Namun pagi ini, suasana terasa lebih lengang.

"Biasanya ramai dan sumpek, sekarang terasa plong saja. Sepi, baik pengunjung maupun pedagang," ujarnya.

Salsabila menjelaskan dirinya merasa cemas berada di ruang publik pasca adanya aksi demonstrasi yang sempat terjadi beberapa hari lalu. 

Menurutnya, sebagai perempuan, ia memiliki kekhawatiran tersendiri jika situasi di lapangan tidak kondusif.

"Kalau saya pribadi merasa takut, namanya kita cewek. Saya berharap, jika memang ada demo, apa yang diperjuangkan itu bisa benar-benar tercapai, dan aksi tidak anarkis. Semoga semua yang turun ke lapangan juga selamat," tambahnya.

Baca juga: Suasana CFD Gubernuran Jambi Terasa Sepi, Diduga Dipengaruhi Isu Aksi Demo

Senada dengan itu, Nenni Sara (25), pengunjung lainnya, juga merasakan perubahan suasana.

Ia menduga bahwa kondisi CFD yang sepi kali ini disebabkan oleh kekhawatiran masyarakat terhadap potensi demo susulan.

Nenni menuturkan bahwa dirinya sempat menyaksikan langsung aksi demonstrasi beberapa hari lalu saat berada di kawasan Telanaipura. 

Ia melihat orang yang membawa besi, dan bahkan sempat melihat mereka bergerak ke arah toko penjualan besi.

"Saya pulang malam, sekira jam sembilan. Saat itu demo masih berlangsung. Saya juga terkena gas air mata meskipun posisi saya cukup jauh dari kerumunan. Mata terasa perih," ujarnya.

Update berita Tribun Jambi di Google News

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved