Renungan Kristen
Renungan Harian Kristen 20 Mei 2026 - Jalur Kebodohan Bagi Dunia
Bacaan ayat: 1 Korintus 1:18 (TB) Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa
Renungan Harian Kristen 20 Mei 2026 - Jalur Kebodohan Bagi Dunia
Bacaan ayat: 1 Korintus 1:18 (TB) Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.
Oleh Pdt Feri Nugroho
Kata bodoh berasal dari Bahasa Melayu yang artinya tidak pandai, tidak berpengetahuan, tidak berakal.
Dalam relasi sosial kata ini tabu diucapkan, menimbang bahwa kata tersebut akan identik dengan merendahkan dan menghina orang lain.
Sayangnya kata tersebut dapat meluncur deras ketika seseorang marah. Kata-kata caci maki muncul dan salah satunya kata bodoh.
Memang benar adanya kata bodoh terkait erat dengan intelektual. Ketika sebuah pilihan keputusan merugikan maka akan dinilai bodoh sementara jika banyak untungnya maka akan dinilai cerdas.
Lalu bagaimana mungkin Paulus menulis, "Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah."
Benarkah bahwa pemberitaan tentang salib itu kebodohan? Paulus nampaknya berhadapan dengan orang-orang Yunani yang terkenal dengan kecerdasannya. Ada banyak filsuf lahir dari Orang Yunani.
Mereka terkenal sebagai orang-orang yang senang belajar. Mereka berfikiran terbuka. Segala ilmu baru akan diterima dan dijadikan sebagai materi perdebatan. Dan intelektual dijadikan sebagai tolok ukur utama.
Dalam hal ini, bagi intelektual, salib memang kebodohan! Telah dibuat standar intelektual bahwa kejayaan itu identik dengan kemenangan, wilayah yang luas, bahkan kekuasaan.
Sementara kematian adalah kekalahan fatal. Dalam standar inilah salib dinyatakan sebagai kebodohan.
Bagaimana bisa diterima oleh akal budi, jika Yesus mengalami kematian di kayu salib?
Ia bisa melawan. Ia mempunyai kuasa. Ia bisa membunuh semua yang memusuhi-Nya. Namun Ia membiarkan diri-Nya di hina, dicaci maki, bahkan digantung pada kayu salib.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/18112020_feri-nugroho.jpg)