Kamis, 4 Juni 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Renungan Kristen

Renungan Harian Kristen 13 September 2025 - Tuhan Itu Esa dan Berkarya

Bacaan ayat: Hosea 13:4 (TB)  Tetapi Aku adalah TUHAN, Allahmu sejak di tanah Mesir; engkau tidak mengenal allah kecuali Aku

Tayang:
Editor: Suci Rahayu PK
ist
Pdt feri Nugroho, GKSBS Palembang Siloam 

Renungan Harian Kristen 13 September 2025 - Tuhan Itu Esa dan Berkarya

Bacaan ayat: Hosea 13:4 (TB)  Tetapi Aku adalah TUHAN, Allahmu sejak di tanah Mesir; engkau tidak mengenal allah kecuali Aku, dan tidak ada juruselamat selain dari Aku. 

Oleh Pdt Feri Nugroho

 

AL bisa menolong kita untuk memahami kata 'esa'. Kata "esa" berasal dari bahasa Sanskerta, yang berarti "satu" atau "tunggal".

Dalam bahasa Sanskerta, kata "esa" digunakan untuk menggambarkan konsep kesatuan atau keesaan. Dalam hal ini kata "esa" netral.

Kata tersebut bermakna berdasarkan frasa yang dibentuknya. Kata tersebut diserap dalam bahasa Indonesia.

Kata "esa" banyak digunakan dalam konteks agama, seperti dalam frasa "Tuhan Yang Maha Esa", yang berarti "Tuhan Yang Maha Satu" atau "Tuhan Yang Tunggal". 

Menariknya, dalam iman Kristen frasa tersebut bukan dipahami dalam hal jumlah, melainkan sebagai frasa yang memberikan informasi bahwa satu dalam makna tidak ada yang seperti Dia. Hanya Dia satu-satunya dan tidak ada yang lain. 

Umat Tuhan berdosa saat mereka menyembah tuhan yang lain. Dalam konteks Perjanjian Lama, setiap bangsa memiliki tuhannya masing-masing.

Mereka paham bahwa bangsa yang lain juga berlaku hal yang sama. Mereka tidak akan saling menyalahkan, kecuali membuktikan bahwa yang mereka sembah lebih hebat daripada yang lain. 

Salah satu metode pembuktian kekuatan ialah kemenangan dalam perang. Sesembahan dari bangsa yang menang otomatis akan menarik minat dari bangsa yang kalah untuk beralih menyembahnya.

Ini sebagai bukti pengakuan kehebatan, sekaligus luapan kekecewaan bahwa yang disembah tidak sanggup lagi menolong. Maka akan ditinggalkan! 

Inilah yang terjadi pada umat Tuhan. Mereka tergoda dan tergiur untuk menyembah ilah lain yang terlihat menjanjikan kemenangan dan kesejahteraan.

Secara sederhana pilihan tersebut didasarkan pada cara paham bahwa untuk apa menyembah jika yang disembah ternyata kalah dan tidak bisa menolong! Logis bukan? 

Dalam situasi demikian Tuhan tampil dengan sebuah pernyataan bahwa Yang Seperti Dia, tidak ada yang lain kecuali Dia. Ia yang telah berkarya sejak lama; peristiwa pembebasan dari Mesir menjadi bukti yang valid dalam sejarah bahwa Ia telah bertindak menyelamatkan.

Itu sebabnya hanya Dia yang akan berkarya dan bertindak untuk menyelamatkan. 

Hanya Dia yang akan menjadi Penebus bagi mereka.

Kekalahan mereka justru dinyatakan sebagai bentuk hukuman-Nya kepada umat yang telah tidak setia; bukan tanda kekalahan-Nya! 

Godaan menyembah ilah lain dalam sejarah selalu ada, entah secara langsung atau tidak langsung.

 Tidak bisa dipungkiri bahwa menyembah ilah selalu terkait dengan harapan akan kehidupan yang damai, sejahtera, kaya, sukses dan berbagai-bagai hal baik lainnya.

Jika setelah menyembah dengan tekun, ternyata masih hidup menderita dan sengsara, maka hal ini dipahami sebagai indikasi bahwa yang disembah tidak mampu memenuhi harapannya. 

Lebih baik cari yang lain! 

Ingat, TUHAN itu Esa; tidak ada yang seperti Dia. Satu-satunya hanya Dia yang bertindak dalam sejarah. Dia berkuasa mutlak atas segala yang ada. Dia adalah standar kebenaran mutlak dalam segala hal.

 Temukan karya-karya-Nya dalam sejarah. Dalam setiap peristiwa ajaib yang dijadikan sebagai tanda. Selanjutnya Dia akan terus berkarya.

Hanya dia TUHAN yang hidup dan eksis dalam setiap karya. Setialah! Amin

     Renungan Kristen oleh Pdt Feri Nugroho, GKSBS Siloam Palembang

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved