Ketika Puluhan Sumo Bergulat di Jakarta
Gulat tradisional berusia 1.500 tahun, selain busana tanding khusus juga memiliki tata krama khusus sebelum pertandingan.
Gulat tradisional berusia 1.500 tahun, selain busana tanding khusus juga memiliki tata krama khusus sebelum pertandingan. Yakni, masing-masing pesumo kaki mengentakkan kaki ke kanvas dan berdiri setengah jongkok dengan posisi ngangkang
SEBANYAK 40 pesumo bertanding memperebutkan hadiah senilai 70 ribu yen, atau setara Rp 77 juta dengan kurs sekarang, di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu-Minggu (24-25/8). Di Jakarta, bahkan Asia Tenggar merupakan turnamen sumo terbuka kali pertama.
Tidak hanya dari jepang, para pesumo juga berasal dari Mongolia, Rusia, China, Brazil dan Bulgaria. "Turnamen untuk memperingati persahabat 55 tahun Jepang dengan Indonesia," ungkap Chairman & Representative Director Gotanda Denshi Shouji, Takuji Yoshida, Sabtu (24/8) di Jakarta.
Takuji menambahkan, permintaan turnamen sumo juga datang dari negara Asean lainnya. Hakuho, pesumo profesional berlevel yokozuna (tertinggi) menjadi satu pesumo yang ditunggu penampilannya. Dia juga meminta dukungan penonton agar tampil maksimal. "Kami ingin melakukan sesuatu yang sangat baik," ungkap pesumo asal Mongolia itu.
Turnamen dimulai pukul 13.00 dan berakhir nanti sore, pukul 17.00 WIB. Sebelumnya dua perwakilan pesumo mempertontonkan aksi gulat mereka di kantor Sekretariat Asean di Jakarta. "Saya biasanya datang ke markas ASEAN membahas sengketa Laut China Selatan. Namun kini kita bisa menyaksikan Sumo," canda Dubes Jepang untuk Asean, Kimihiro Ishikane, Jumat (23/8).
Sebelum berduel, delegasi dari Jepang menjelaskan budaya Sumo di Jepang. Sumo di antaranya mengajarkan konsentrasi, disiplin, dan tata krama karena penuh dengan ritual. "Popularitas Sumo di Jepang sebenarnya naik-turun. Untuk saaat ini Sumo di Jepang kembali populer," kata Ishikane.
"Kuil-kuil sering menggelar turnamen sumo untuk anak-anak. Saya dulu juga pernah mengikutinya dan menang," jelasnya. Para pengunjung di Sekretariat ASEAN sendiri terlihat antusias melihat pertandingan Sumo. Mereka juga mendapat kesempatan untuk bertanya dan berfoto dengan kedua pesumo.
Asli Jepang
Sumo tulis situs wikipedia, edisi bahasa Indonesia, merupakan olah raga saling dorong antara dua pesumo berbadan gemuk, dengan penentuan pemenang hingga satu pesomo terdorong keluar lingkaran, atau terjatuh dengan bagian badan selain tapak tangan menyentuh tanah di kanvas dalam lingkaran.
Pesumo (rikishi) perlu berbadan besar dan gemuk karena semakin tambun seorang pegulat sumo semakin besar pula kemungkinannya untuk menang. Sumo adalah olahraga asli Jepang dan sudah dipertandingkan sejak berabad-abad yang lalu. Di beberapa negara seperti Mongolia dan Korea juga terdapat olahraga gulat tradisional yang mirip-mirip dengan sumo.
Sumo dikenal sejak zaman prasejarah. Literatur klasik Jepang abad ke-8, menyebut bentuk awal sumo sebagai Sumai. Penguasa Jepang abad ke-16, Oda Nobunaga sering menyelenggarakan turnamen sumo. Di zaman Edo, pegulat sumo bertanding dengan mengenakan mawashi bermotif indah dan gagah yang disebut kesho mawashi. (merdeka.com/okz/ags)