Selasa, 2 Juni 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Kerinci

Baru Ditambal Beberapa Bulan, Jalan Nasional di Kerinci Dikeruk Lagi

Jalan nasional di Kerinci yang baru ditambal kembali dikerok dan dibiarkan rusak sehingga membahayakan pengendara dan memicu kecelakaan.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Herupitra | Editor: Heri Prihartono
Tribunjambi.com/Herupitra
Jalan nasional di Kerinci yang baru ditambal kembali dikerok dan dibiarkan rusak sehingga membahayakan pengendara dan memicu kecelakaan. 

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI – Jalan Nasional di Kabupaten Kerinci kembali menuai sorotan tajam dari masyarakat.

Pasalnya, jalan yang baru beberapa bulan lalu ditambal sulam kini kembali dikerok tanpa kejelasan lanjutan pekerjaan. Kondisi ini dinilai tidak hanya membingungkan, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan.

“Ini yang bikin kami heran. Baru beberapa bulan ditambal, sekarang malah dikerok lagi dan dibiarkan begitu saja,” ujar Rudi, warga setempat yang setiap hari melintasi jalan tersebut.

Pantauan di lapangan menunjukkan aspal yang telah dikupas meninggalkan cekungan cukup dalam di beberapa titik.

Kondisi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan berkendara, tetapi juga berpotensi besar memicu kecelakaan lalu lintas, khususnya bagi pengendara sepeda motor.

Situasi semakin diperparah saat malam hari. Minimnya penerangan jalan umum membuat bekas kerukan sulit terlihat, sehingga pengendara kerap tidak sempat menghindar.

Warga menilai pengerjaan jalan tanpa manajemen keselamatan yang jelas merupakan bentuk kelalaian serius.

“Siang saja sudah rawan, apalagi malam. Jalan gelap, tahu-tahu motor sudah masuk lubang,” keluh warga lainnya.

Kekhawatiran masyarakat bukan tanpa alasan. Dalam kurun waktu dua hari pasca pengerokan, tercatat dua kasus kecelakaan terjadi di Desa Koto Iman.

Korban dilaporkan mengalami luka cukup parah dan harus mendapatkan perawatan medis.

Warga mempertanyakan komitmen dan tanggung jawab pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait.

Menurut mereka, pengerokan jalan seharusnya diikuti dengan perbaikan cepat atau setidaknya dilengkapi rambu peringatan di setiap titik serta penerangan sementara.

“Kalau memang belum bisa diaspal, minimal dipasang tanda bahaya di setiap titik. Jangan biarkan masyarakat jadi korban,” tegas warga lainnya.

Masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh mendesak pemerintah segera mengambil tindakan tegas, baik dengan mempercepat perbaikan jalan maupun mengevaluasi pihak kontraktor yang dinilai abai terhadap keselamatan publik.
(Tribunjambi.com/Herupitra)

Baca juga: Warga 6 Desa di Gunung Kerinci Akhirnya Nikmati Jalan Layak

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved